Pengertian Sensor Nonfotografi pada Sistem Penginderaan Jauh

04:45:00
Sensor nonfotografi berupa scanner menerima pantulan dari suatu wilayah sangat sempit pada permukaan bumi (instaneous field of view [IFOV] / media pandang sesaat) yang masuk ke dalam sistem lensa kemudian mendeteksi besarnya pantulan tersebut dengan detektor peka cahaya. Agar kenampakan objek dapat terekam, penerima kenampakan gelombang dari wilayah yang sangat sempit ini diulang untuk wilayah di sebelahnya dengan menggeser sistem lensa (teleskop) menyilang arah gerak satelit (wahana). Sapuan menyilang yang disertai dengan gerak maju ini menghasilkan himpunan informasi pantulan pada setiap titik objek kemudian data ini disimpan secara digital.
Citra Penginderaan Jauh Nonfotografi www.guntara.com
Citra Penginderaan Jauh Nonfotografi (gambar: kompas.com)
Sensor scanner ini dapat dioperasikan pada satu spektrum tunggal yang sangat lebar misalnya spektrum tampak. Bahkan dapat pula dioperasikan pada spektrum yang sangat sempit tetapi banyak misalnya spektrum hijau (0,5 – 0,6 µm), merah (0,6 – 0,7 µm), inframerah dekat (0.7 – 1.1 µm), dan infra merah termal (3 – 12 µm) sekaligus. Citra yang dihasilkan disebut citra multispektral, dan dapat meliputi spektrum pantulan (refleksi) maupun spektrum pancaran termal (emisi). Sistem fotografi sebenarnya juga mampu menghasilkan foto pada berbagai saluran tetapi membutuhkan beberapa lensa sekaligus pada kameranya. Foto semacam ini disebut foto multisaluran.

Sensor nonfotografi berupa sensor gelombang mikro (microwave) dan radar bekerja dengan cara berbeda dengan kedua macam sensor yang telah disebutkan sebelumnya. Perekaman dengan kamera maupun scanner dapat dilakukan secara tegak maupun miring atau menyamping, meskipun keuntungan yang diperoleh dari perekaman tegak lebih banyak. Perekaman dengan gelombang mikro radar (sering disebut sitem gelombang mikro aktif) harus dilakukan secara menyamping karena sistem radar merupakan sistem aktif yang mengirim sinyal gelombang dari suatu antena, dan sekaligus menerima hamburan balik (backscatter) dari sasaran. Posisi dan sikap objek terhadap sensor menentukan banyak sedikitnya hamburan balik yang dicatat oleh sensor. Lereng yang menghadap sensor umunya akan tampak cerah, sedangkan lereng yang membelakangi sensor tampak gelap karena pengiriman sinyal dilakukan secara menyamping (sidelooking). Hal tersebut mengakibatkan citra yang dihasilkan mampu menyajikan kenampakan relief dengan lebih baik.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon