Diseminasi Peta Bencana dalam Manajemen Kebencanaan - Guntara.com

Friday, 20 February 2015

Diseminasi Peta Bencana dalam Manajemen Kebencanaan

Diseminasi (Dissemination) adalah suatu kegiatan yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut. Diseminasi merupakan tindak inovasi yang disusun dan disebarannya berdasarkan sebuah perencanaan yang matang dengan pandangan jauh ke depan baik melalui diskusi atau forum lainnnya yang sengaja diprogramkan, sehingga terdapat kesepakatan untuk melaksanakan inovasi,
Diseminasi Peta Pengungsi pada Google Maps
Diseminasi adalah proses penyebaran inovasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola. Hal ini berbeda dengan difusi yang merupakan alur komunikasi spontan.  Sehingga terjadi saling tukar informasi dan akhirnya terjadi kesamaan pendapat antara tentang inovasi tersebut. Diseminasi merupakan sinonim dari kata penyebaran. Jadi, pengertian diseminasi informasi adalah penyebaran informasi. Penyebaran informasi yang dimaksud dapat dilakukan melalui berbagai jenis media seperti buku, majalah, surat kabar, film, televisi, radio, musik, game dan sebagainya.

Satu dekade terakhir governance kata telah menjadi sangat populer, dan digunakan di berbagai bidang, termasuk dalam bidang manajemen risiko. Kepemerintahan risiko (Risk Governance) mencakup totalitas aksi, aturan-aturan, konvensi, proses, dan mekanisme berkaitan dengan bagaimana informasi risiko yang relevan dikumpulkan, dianalisis, dikomunikasikan dan keputusan manajemen yang diambil (IRGC, 2006).

Diantara proses-proses dalam kepemerintahan risiko terdapat suatu penghubung antarlini yaitu komunikasi. Komunikasi risiko adalah pertukaran informasi secara interaktif tentang risiko antara berbagai stakeholder yang berkepentingan dengan data tersebut. Aspek yang perlu diperhatikan dalam komunikasi adalah siapa yang mengomunikasikan, apa yang akan dikomunikasikan, menggunakan media apa, siapa penerima informasi, dan apa efeknya. 

Terdapat berbagai macam media yang dapat digunakan untuk komunikasi risiko, terutama semenjak kehadiran internet dan teknologinya. Dalam rangka penyelenggaraan penanggulangan bencana, penggunaan teknologi informasi menjadi sangat penting. Kemampuan teknologi informasi dalam rangka menyimpan dan mengelola data dan informasi bencana menjadi suatu kebutuhan dan memperoleh perhatian secara khusus. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan dokumentasi dan inventarisasi sumberdaya maupun informasi kejadian bencana.

Manfaat lain dari teknologi informasi adalah untuk menggambarkan kondisi wilayah setempat, sehingga diketahui kesiapan dan keperluan serta support kebutuhan dalam penanggulangan bencana. Oleh sebab itu, dalam keadaan darurat, hal-hal yang bersifat data harus sudah tersedia dan dapat dijadikan masukan dalam pengambilan keputusan

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!