Pemetaan Kekeruhan Perairan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) - Guntara.com

Sunday, 25 January 2015

Pemetaan Kekeruhan Perairan pada Daerah Aliran Sungai (DAS)

Total suspended solid atau padatan tersuspensi total (TSS) adalah residu dari padatan total yang tertahan oleh saringan dengan ukuran partikel maksimal 2μm atau lebih besar dari ukuran partikel koloid. TSS menyebabkan kekeruhan pada air akibat padatan tidak terlarut dan tidak dapat langsung mengendap. TSS terdiri dari partikel-partikel yang ukuran maupun beratnya lebih kecil dari sedimen, misalnya tanah liat, bahan-bahan organik tertentu, sel-sel mikroorganisme, dan sebagainya (Nasution, 2008).
Peta Kekeruhan Perairan Kabupaten Demak www.guntara.com
Peta Kekeruhan Perairan Kabupaten Demak
Kekeruhan sendiri merupakan kecenderungan ukuran sampel untuk menyebarkan cahaya. Sementara hamburan diproduksi oleh adanya partikel tersuspensi dalam sampel. Kekeruhan adalah murni sebuah sifat optik. Pola dan intensitas sebaran akan berbeda akibat perubahan dengan ukuran dan bentuk partikel serta materi. Sebuah sampel yang mengandung 1.000 mg/L dari fine talcum powder akan memberikan pembacaan yang berbeda kekeruhan dari sampel yang mengandung 1.000 mg/L coarsely ground talc . Kedua sampel juga akan memiliki pembacaan yang berbeda kekeruhan dari sampel mengandung 1.000 mg/L ground pepper, meskipun tiga sampel tersebut mengandung nilai TSS yang sama.

Turbiditas atau kekeruhan digunkan untuk menyatakan derajat kegelapan di dalam air yang disebabkan oleh bahan-bahan yang melayang.  Kekeruhan biasanya terdiri dari partikel organic maupun anorganik yang berasal dari DAS (Daerah Aliran Sungai) dan resuspensi sediment di dasar danau.

Kekeruhan merupakan parameter air yang penting karena secara langsung mempengaruhi jumlah cahaya yang tersedia untuk fotosintesis oleh ganggang laut, termasuk vegetasi terendam air (SAV) seperti eelgrass dan makroalga lainnya. Namun, karena komunitas fitoplankton dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk pengukuran kekeruhan adalah penting untuk menyadari bahwa air keruh belum tentu kualitas yang negatif - ada keseimbangan yang baik antara produktivitas primer yang kuat (hal yang baik) yang menghasilkan nilai kekeruhan yang lebih tinggi dan terlalu kekeruhan tinggi nilai-nilai (hal yang buruk) yang dapat mengurangi transmisi cahaya dan negatif mempengaruhi SAVs.

Nilai kekeruhan tinggi akibat transpor sedimen meningkat (biasanya disebabkan oleh erosi) adalah perhatian utama di beberapa sistem muara sungai dan sering berhubungan dengan perkembangan di sepanjang batas pantai. Peningkatan pembangunan menyebabkan peningkatan jumlah permukaan tahan (jalan raya, bangunan, dll) dan dapat mengakibatkan transportasi yang lebih besar sedimen berasal sland ke dalam sistem selama periode hujan lebat.

Kekeruhan erat sekali hubungannya dengan kadar zat tersuspensi karena kekeruhan pada air memang disebabkan adanya zat-zat tersuspensi yang ada dalam air tersebut. Zat tersuspensi yang ada dalam air terdiri dari berbagai macam zat, misalnya pasir halus, liat dan lumpur alami yang merupakan bahan-bahan anorganik atau dapat pula berupa bahan-bahan organik yang melayang-layang dalam air. Bahan-bahan organik yang merupakan zat tersuspensi terdiri dari berbagai jenis senyawa seperti selulosa, lemak, protein yang melayang-layang dalam air atau dapat juga berupa mikroorganisme seperti bakteri, algae, dan sebagainya. Bahan-bahan organik ini selain berasal dari sumber-sumber alamiah juga berasal dari buangan kegiatan manusia seperti kegiatan industri, pertanian, pertambangan atau kegiatan rumah tangga. Kekeruhan memang disebabkan karena adanya zat tersuspensi dalam air, namun karena zat-zat tersuspensi yang ada dalam air terdiri dari berbagai macam zat yang bentuk dan berat jenisnya berbeda-beda maka kekeruhan tidak selalu sebanding dengan kadar zat tersuspensi.

Pengindraan Jauh dan Sistem Infomasi Geografi memberi solusi untuk identifikasi kekeruhan perairan. Citra pengindraan jauh multispektral seperti Landsat 8 memiliki saluran-saluran yang peka terhadap air, vegetasi laut, dan kajian kelautan. Saluran tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi kekeruhan air. Identifikasi tersebut dapat dilakukan secara manual dengan pengamatan visual atau secara digital dengan menggunakan klasifikasi otomatis. SIG (Sistem Informasi Geografi) berperan untuk mengolah data hasil identifikasi tersebut dan merepresentasikannya dalam bentuk peta yang benar sesuai kaidah kartografi dan keindahan atau estetika peta tersebut.

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!