Interpretasi Data Penginderaan Jauh untuk Survei Tanah - Guntara.com

Thursday, 29 January 2015

Interpretasi Data Penginderaan Jauh untuk Survei Tanah

Salah satu bidang tematik interpretasi citra pengindraan jauh adalah untuk survei tanah. Tanah adalah material gembur yang menyelimuti permukaan bumi yang mampu menjadi media tumbuh tanaman berakar pada kondisi lingkungan alami. Tanah merupakan hasil pengaruh bekerjanya iklim dan organisme pada bahan induk yang terletak pada posisi topografis tertentu selama waktu yang tertentu.
Survei Tanah www.guntara.com
Survei Tanah (sumber gambar: petugasukur.com)
Interpretasi citra ialah perbuatan mengkaji foto udara dan atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut (Estes dan Simonett dalam Sutanto, 1994:7). Menurut Lintz Jr. dan Simonett (dalam Sutanto, 1994:7), ada tiga rangkaian kegiatan yang diperlukan dalam pengenalan objek yang tergambar pada citra, yaitu: (1) Deteksi, adalah pengamatan adanya suatu objek, misalnya pada gambaran sungai terdapat objek yang bukan air. (2) Identifikasi, adalah upaya mencirikan objek yang telah dideteksi dengan menggunakan keterangan yang cukup. Misalnya berdasarkan bentuk, ukuran, dan letaknya, objek yang tampak pada sungai tersebut disimpulkan sebagai perahu motor. (3) Analisis, yaitu pengumpulan keterangan lebih lanjut. Misalnya dengan mengamati jumlah penumpangnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa perahu tersebut perahu motor yang berisi dua belas orang.

Interpretasi citra pengindraan jauh dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara manual dan secara digital. Interpretasi secara manual adalah interpretasi data pengindraan jauh yang berdasarkan pada pengenalan diri atau karakteristik objek secara keruangan. Untuk dapat melakukan interpretasi, penafsir memerlukan unsur-unsur pengenal pada objek atau gejala yang terekam pada citra. Unsur-unsur pengenal ini secara indivisual maupun secara kolektif mampu membimbing penafsir  ke arah pengenalan yang benar. Unsur-unsur ini disebut unsur-unsur interpretasi dan meliputi 8 hal, yaitu rona/warna, bentuk, ukuran, bayangan, tekstur, pola, situs, dan asosiasi. (Lillesand dan Kiefer, 1990).

Jenny (1941) menyatakan bahwa proses pembentukan tanah merupakan fungsi dari: Iklim (C), Organisme (O), Bahan Induk (P), Relief (R), dan Waktu (T). Kelima faktor pembentuk tanah tersebut saling mempengaruhi secara kompleks dan menghasilkan tubuh tanah yang berbeda-beda menurut ruang dan waktu. Perbedaan pada salah satu faktor pembentuk tanah akan menghasilkan proses pembentukan tanah yang berbeda yang pada akhirnya menghasilkan tanah yang berbeda dalam perwatakan fisika, kimia, biologi, dan morfologi. 

Proses-proses pembentukan tanah yang menghasilkan terbentuknya karakteristik fisik, kimia, biologi dan morfologi tertentu pada tubuh tanah yang dijadikan sebagai dasar klasifikasi tanah, arti penting klasifikasi tanah untuk keperluan praktis dan untuk keperluan pengkajian tanah, keterkaitan antara faktor-faktor pembentuk tanah dengan bentuklahan. 

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!