Identifikasi Batuan Beku pada Daerah Volkan

14:20:00
Batuan pada daerah vulkanik (volkan) didominasi oleh batuan beku. Batuan beku terbentuk sebagai akibat pembekuan magma dalam permukaan bumi (dalam batolit), pipa magma / kawah (vent), sill  dike (retas), dan di atas permukaan bumi (lelehan). (FPIPS UPI, 2010). Berdasarkan strukturnya batuan beku dibagi kedalam dua kelompok utama yaitu tipe batuan beku ekstrusif dan intrusif. Struktur ekstrusif dibentuk ketika magma dipaksa keluar ke permukaan. Struktur intrusif merupakan struktur yang terbentuk di bawah permukaan. (Mahfud, 2011).
Arenal Volcano (destination360.com)
Struktur ekstrusif dibagi kedalam tiga kelompok utama: major, intermediet, dan minor (besar, sedang, kecil). Pengelompokan ini dibagi berdasarkan ukuran dari struktur ekstrusif yang hadir di lapangan. Sebagai contoh untuk strukur yang major salah satunya dikenal ada lava plateu dan basaltic plain, memiliki bentuk tabular dan mengandung poor-silica (miskin silaca karena basaltik) merupakan batuan volkanik. (Mahfud, 2011).

Fragmen aliran lava yang telah membeku seelumnya dapat lepas dan masuk ke dalam aliran lava baru dan struktruk ini dikenal dengan autolith. Sedangkan batuan asing yang masuk ke dalam sebagai ingklusi disebut xenolith. Gas yang yang keluar bebas dari aliran lava akan meninggalkan lubang yang disebut vesicle. Jika vesicle ini kemudian diisi oleh mineral sekunder seperti kuarsa, kalsit, atau zeolit maka disebut amygdule. Inklusi, vesicle, atau butir mineral yang membentuk suatu arah yang linear searah dengan liran lava memiliki struktur flow banding. (Mahfud, 2011).

Magma terfragmentasi membentuk klastika volkanik (piroklastik) melewati beberapa proses meliputi: (1) menurunya tekanan dalam magma ketika magma keluar, (2) separasi gas dari melt (peleburan), (3) formasi dari gelembung (formation of bubble) dan (4) transformasi eksplosif dari bubbly magma membentuk campuran fragmen gas yang tererupsi dari vent (Sugioka dan Brusik 1995; Papale 1999). Material volkaniklastik, terfragmentasi saat erupsi, dinamakan pyroclast dan dibagi kedalam tiga kelompok berdasarkan ukurannya (Schmid, 1981). Mengingat bahwa abu (ash) merupakan meterial yang sangat kecil < 2 mm. istilah lapili adalah pyroclast berukuran 2.0-64 mm untuk diameternya. Bombs merupakan bagian yang masih cair sebagian pada saat transportasi dan membentuk ukuran akumulasi yang lebih besar dari ash. (Mahfud, 2011).

Struktur Intrusif (Plutonik) terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar (misal : gabro, diorite, dan granit). Berdasarkan kedudukannya terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya struktur tubuh batuan beku intrusif terbagi menjadi 2 yaitu Diskoran dan Konkordan. (FISIP UNAND, 2010). Penjelasannya sebagai berikut:

1.    Konkordan
Tubuh batuan beku intrusif yang sejajar dengan perlapisan disekitarnya, jenis jenis dari tubuh batuan (sill, lacolith, lapolith).

2.    Diskordan
Tubuh batuan beku intrusif yang memotong perlapisan batuan disekitarnya (dike, batolith, stock).

Seperti halnya struktur ekstrusif struktur intrusif juga dibagi ke dalam struktur mayor, intermediet, dan minor. Pembagian ini juga sama berdasarkan dimensi dan persebarannya. Untuk struktur pada kelompok intermediet samapi mayor seringkali disebut dengan istilah pluton (tubuh raksasa batuan intrusi plutonik), oleh karenanya batuan intrusif seringkali disebut sebagai batuan plutonik. Dan seringkali secara khas berasosiasi dengan batuan bertekstur ‘granitik’. Batholith dan lopolith merupakan dua jenis struktur intrusif yang paling besar, dapat mencapai 100 km2 luasnya. Semetnara batuan plutonik dengan luas tubuh kurang dari 100 km2 dinamakan stock. (Mahfud, 2011).
Struktur Ekstrusif (Vulkanik) terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sehingga mineral penyusunnya lebih kecil.(misal : basalt, andesit). (FISIP UNAND, 2010). Struktur batuan beku ektrusif sebagai berikut:
  1. Masif, yaitu struktur yang memperlihatkan suatu masa batuan yang terlihat seragam.
  2. Sheeting joint, yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan
  3. Columnar joint, yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal seperti batang pensil.
  4. Pillow lava, yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal-gumpal. Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air.
  5. Vesikular, yaitu struktur yang memperlihatkan lubang-lubang pada batuan beku. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon