Salah Satu Proses Pembuatan Kerajinan Kulit di Manding, Bantul

09:13:00
Manding adalah salah satu dusun/kampung di Kabupaten Bantul yang menyajikan berbagai kerajinan kulit. Manding merupakan sentra industri kerajinan kulit di Kabupaten Bantul dan cukup terkenal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Manding terletak di sebelah barat Jalan Parangtritis KM 13 atau dari arah Gabusan ke Selatan sekitar 2 KM.
Kerajinan Kulit di Manding, Bantul
Berbagai pengrajin berjajar dengan tokonya sepanjang jalan di Manding. Salah satu pengrajin yang cukup terkenal di Manding ialah Ibu Siti Galwati dengan SEAGA sebagai nama toko dan brand produknya. SEAGA menghasilkan berbagai kerajinan kulit, meliputi sabuk kulit, dompet kulit, tas kulit, sepatu kulit, perlengkapan rumah tangga asal kulit, perlengkapan hotel asal kulit, dan ada pula kerajinan nonkulit.

Pembuatan produk-produk tersebut secara umum hampir sama prosesnya. Perbedaan terletak pada tahap akhir yang akan menentukan produk tersebut akan berwujud apa, misal tas, dompet, atau sabuk.
Pemotongan Karton
Proses pertama adalah pemotongan kertas-kertas karton. Karton yang digunakan di sini adalah karton yang tebal. Karton ini diproduksi sendiri oleh putri kedua dari Ibu Siti Galwati. Karton yang digunakan merupakan hasil daur ulang dimana limbah daur ulang karton berasal dari Kudus, Jawa Tengah kemudian diproduksi (daur ulang) oleh putri beliau.

Pemotongan karton dilakukan dengan bantuan mesin pemotong karton. Ada karyawan yang bertugas mengoperasikan mesin tersebut. Karton hasil daur ulang biasanya belum rapi pada bagian tepinya kemudian dirapikan melalui proses pemotongan ini. Karton-karton hasil pemotongan akan ditumpuk dan ditata secara rapi.

Proses kedua adalah pemotongan karton berdasarkan pola yang diinginkan. Pola tersebut disesuaikan dengan produk yang akan dibuat. Pemotongan pola karton dilakukan manual oleh karyawan dengan mengacu dasar-dasar pola yang sudah ada.
Proses-Proses Pembuatan Kerajinan Kulit
Proses ketiga adalah pembuatan motif kulit. Kulit-kulit sapi sebelumnya diolah dan diproses kemudian dibuat motif yang mana motif tersebut untuk membalut produk-produk yang akan dibuat. Motif bisa berupa anyaman atau motif polos berwarna. Kulit di sini berasal dari kulit sapi/lembu. Stok kulit didapatkan dari Magetan, Jawa Timur.

Proses kelima adalah pengeleman karton dengan motif kulit. Karton diolesi dengan lem oleh para karyawan. Karton yang sudah dilem kemudian ditempeli motif kulit yang telah dibuat sebelumnya. Motif-motif kulit sudah dirancang dan dibuat sebelumnya, misalnya motif anyaman atau motif polos berwarna.

Proses keenam adalah pemukulan karton yang sudah ditempel motif kulit tersebut dengan menggunakan palu secara manual oleh karyawan. Pemukulan dilakukan secara pelan-pelan supaya produk tidak rusak. Pemukulan di sini bertujuan agar karton benar-benar terbalut motif kulit secara sempurna.
Proses Penjahitan
Proses ketujuh adalah perangkaian dan penjahitan. Karton yang sudah terbalut kulit tersebut dirangkai menurut produk yang akan dibuat, misalnya tas. Setelah dirangkai kemudian dilakukan penjahitan agar potongan-potongan tersebut dapat menyatu membentuk suatu produk, misalnya tas. Penjahitan juga bisa bertujuan untuk semakin merekatkan kulit pada karton. Proses ketujuh ini suatu produk sudah jadi secara kasar.

Proses kedelapan adalah penyelesaian (finishing). Proses ini berupa penyemprotan suatu cairan pada produk hasil perangkaian sehingga produk tersebut terlihat lebih halus dan menarik. Proses ini dapat juga berupa merapikan produk sedemikian rupa sehingga produk benar-benar terlihat kualitasnya. Proses ini bisa juga berupa pengemasan produk semenarik mungkin agar laku keras di pasaran.
Berbagai Penghargaan
Proses kesembilan adalah distribusi produk. Ibu Siti Galwati menuturkan bahwa 80% produk dari SEAGA dipasarkan di luar negeri alias dieskpor. Pemasaran di luar negeri meliputi negara Amerika Serikat, Kanada, Saudi Arabia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan beberapa negara Eropa. Pemasaran di luar negeri umumnya didasari oleh pemesanan dari pihak asing sendiri. Produk-produk dari SEAGA umumnya dipakai sebagai peralatan rumah tangga, banyak pula yang digunakan sebagai peralatan di hotel-hotel, dan ada pula yang dikonsumsi secara pribadi. Sisa dari produk yaitu 20% dipasarkan di dalam negeri, bisa dikirim ke kota-kota besar di Indonesia, dan bisa juga di jual di toko-toko milik SEAGA sendiri yang menyebar di Manding.
Produk-Produk Sepatu Kulit
Produk-produk yang dijual di toko milik SEAGA meliputi sepatu kulit, sandal kulit, sepatu sandal kulit, tas kulit, dompet kulit, peralatan rumah tangga asal kulit, dan berbagai produk kerajinan kulit maupun nonkulit lainnya. SEAGA sendiri telah meraih berbagai penghargaan baik tingkat daerah dan nasional. Di Manding sendiri tidak hanya SEAGA banyak pengrajin lain yang lebih besar daripada SEAGA. Hal ini membuktikan bahwa produk dalam negeri, tepatnya produk Kabupaten Bantul dapat bersaing baik secara nasional maupun internasional.
Produk-Produk di Show Room
Berbagai Produk Hasil Kerajinan Kulit

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
Anonymous
AUTHOR
27 October 2013 at 20:51 delete

maju terus industri dalam negeri!!

Reply
avatar

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon