Ribery, Muslimin Pertama Raih Gelar Pemain Terbaik Eropa 2013

20:45:00
Alhamdulillahirobbil'alamin, malam Jumat (29/08) menjadi berkah tersendiri bagi Franck Ribery (Gelandang FC Bayern Munchen). Malam itu, muslimin (sebutan bagi pria beragama Islam) bernama lengkap Franck Bilal Ribery dinobatkan menjadi pemain terbaik eropa (UEFA Best Player) 2013 di sela-sela drawing fase grup Liga Champions di Nyon, Swiss.
epa03842125 French player Franck Ribery of FC Bayern Munich poses with his UEFA's Best Player in Europe 2012/2013 award at Grimaldi Forum, Monte Carlo, Monaco, 29 August 2013. EPA/SEBASTIEN NOGIER
UEFA Best Player 2013 : Franck Bilal Ribery
Terpilihnya Ribery praktis menyingkirkan duo langganan penghargaan yaitu Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Setidaknya dominasi dua pemain tersebut sudah mulai runtuh sejak setahun lalu, semenjak Andreas Iniesta menyabet gelar UEFA Best Player pada 2012 silam. Ribery merupakan instrumen penting bagi Bayern di dalam merebut tiga gelar musim lalu, yakni Bundesliga Jerman, DFB Pokal, dan Liga Champions. Ribery dipilih berdasarkan voting para jurnalis sepakbola di Eropa (www.goal.com).

“Ini menjadi momen spesial bagi saya, berdiri di sini malam ini. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan satu tim di Bayern Munich, keluarga, dan anak-anak saya,” ucap Ribery dalam sambutannya. (www.goal.com)

Ribery terbilang cukup senior untuk meraih penghargaan tersebut, maklum usianya sudah menginjak kepala tiga (30 tahun). Namun, semakin tua permain Ribery malah semakin menjadi-jadi. Terbukti ia mampu mengantar Bayern Munchen meraih Treble Winner pada musim 2012/2013 yaitu Juara Bundesliga, Juara DFB Pokal Jerman, dan Juara UEFA Champions League. Tambahan pula, kemarin ia berhasil memberikan gelar keempat untuk Bayern, yaitu juara piala super eropa 2013, mengalahkan jawara Liga Eropa, Chelsea.

Kesuksesan Ribery tersebut juga menjadi kesuksesan dan kisah inspiratif bagi kaum muslim dunia. Ribery menjadi pemain muslim pertama yang meraih penghargaan tersebut semenjak penghargaan tersebut dimulai pada tahun 2011 silam. Sebelumnya, Lionel Messi (2011) dan Andreas Iniesta (2012) menyabetnya pada edisi sebelumnya. Sebenarnya dulu pernah ada nama Zinedine Zidane, pemain muslim yang juga pernah beberapa kali menyabet gelar pemain terbaik dunia dan eropa, kala itu belum ada nama penghargaan UEFA Best Player.

Seorang Muallaf
Berbeda dengan pesepak bola Muslim lainnya, yang lebih dulu memeluk Islam, Franck Ribery justru memeluk Islam setelah bermain di klub asal Turki, Galatasaray, pada 2005. Secara singkat, Ribery mengatakan, dia memilih ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini karena menemukan kedamaian dalam Islam.

Baginya, Islam adalah sumber kekuatan dan keselamatan. ''Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan sepak bola. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya harus menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan dan saya menemukan Islam,'' kata Ribery. (www.republika.co.id)

http://www.indhie.com/wp-content/uploads/2012/07/ribery.jpg
Franck Ribery berdoa sebelum bertanding (sumber gambar: www.indhie.com)
Senantiasa Berdoa
Pesepak bola bermata biru yang memperkuat tim Prancis itu memulai karier sepak bolanya, dengan bergabung dengan tim Boulogne di tanah kelahirannya. Kemudian, ia pindah ke tim Ales, Brest and FC Metz.

Kepindahannya ke Olympique Marseille membawanya ke posisi pertama bintang sepak bola Prancis paling populer pada bulan Agustus, Oktober, dan November 2005. Ribery terpilih untuk memperkuat tim Prancis pada Piala Dunia FIFA tahun 2006 yang digelar di Jerman.

Pada 2006 itulah, jati diri Ribery yang telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam terkuak dan menjadi pemberitaan di tengah pertandingan pembukaan antara tim Prancis melawan tim Swiss saat acara Piala Dunia 2006.

Ketika itu, Ribery tersorot publik tengah menengadahkan tangan sebelum pertandingan dimulai. Ribery tengah berdoa, seperti yang dilakukan seorang Muslim. Saat itulah, banyak orang terkaget-kaget dengan sikapnya. Namun, berkat kecemerlangannya dalam bermain bola, publik pun tak menghiraukan perilaku dan kebiasaan Ribery.

Namun, rutinitas berdoa sebelum pertandingan itu akhirnya terkuak juga. Dan, Ribery mengaku sebagai penganut Islam. Ia menemukan kedamaian dalam agama Islam dan menjadi spiritnya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tak terkecuali saat bermain bola.

Kabar Ribery masuk Islam, menyeruak sejak awal tahun 2006. Kabar itu mula-mula dilansir L'Express. Majalah ini menyebut adanya pemain nasional Prancis yang secara teratur beribadah di masjid di selatan Marseille. Mingguan itu tidak menyebut nama secara eksplisit, namun yang dimaksud adalah Ribery.

Kendati aksi berdoanya di lapangan hijau telah menarik perhatian publik Prancis, Ribery tetap enggan mengemukakan keyakinan barunya itu secara terbuka. Gelandang kanan klub Olympique Marseille ini mengatakan, keimanan barunya adalah perkara pribadi, tak perlu publikasi.

Alhasil, sejumlah spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebut perubahan itu terjadi sejak Ribery bermain bersama klub Galatasaray pada 2005. Ia membantu klub raksasa Turki tersebut memenangi Piala Turki pada tahun 2005. Semasa menetap di Turki, pemain kelahiran Boulogne-sur-Mer, Prancis, 7 April 1983, ini dikabarkan kerap berbaur dan berdiskusi dengan komunitas Muslim di sana.

Ada pula yang menyebut istri Ribery, Wahiba Belhami, yang asli Maroko itu memainkan peran penting terhadap perubahan Ribery. Ribery memang setahun tinggal di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu. Di sana, Ribery berkenalan dengan Wahiba yang kemudian ia peristri. Konon Wahiba berperan besar menuntun Ribery mengenal ajaran Islam. Dari pernikahan tersebut, Wahiba memberinya dua anak, Hizsya dan Shahinez.

Kedua versi itu tak pernah dibantah atau dibenarkan oleh Ribery. Namun, kepada majalah Paris Match, ia mengungkapkan, Islam telah membawanya pada keselamatan.

''Islam juga yang menjadi sumber kekuatan saya di dalam maupun di luar lapangan," ujar Ribery kepada majalah Match tanpa menjelaskan sejak kapan memeluk Islam. Ia menambahkan, ''Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Akhirnya, saya menemukan Islam.'' (www.republika.co.id)

http://cp.jurnalhajiumroh.com/uploads/radhite/image/franck%20ribery%20haji.jpg
Ribery ketika berumroh (sumber gambar: jurnalhajiumroh.com)
Tidak pernah tinggalkan shalat
Keimanan dan kepribadian Ribery sebagai seorang Muslim tampaknya tak perlu diragukan. Di tengah padatnya jadwal pertandingan, bapak dua anak ini tak pernah lupa dengan kewajibannya sebagai Muslim. Ia senantiasa melaksanakan shalat lima waktu, di mana pun dan dalam kondisi apa pun. Baginya, shalat merupakan tiang agama yang harus ditegakkan.

Selain rajin melaksanakan shalat, Ribery juga dikenal sebagai pribadi yang santun dan rendah hati. Islam benar-benar telah mengubah perangainya yang keras dan arogan menjadi seorang pribadi yang santun dan memiliki akhlak mulia.

Sifat dan akhlaknya ini tak heran membuat kagum rekan-rekannya di timnas Prancis, FC Bayern Muenchen (tempat ia bermain bola saat ini), maupun kerabatnya.

Steve Bradore dari Organisasi Syuhada, yang melayani para mualaf Prancis, telah mengatakan bahwa muslim Prancis merasa bangga sekali dengan Ribery. ''Dia adalah sumber kebanggaan kami karena penampilannya yang khas dan kerendahhatiannya,'' kata Steve, seperti dikutip dari situs Islamonline.net.

Franck Ribery yang lahir di Boulogne-sur-Mer, Perancis, 7 April 1983 memiliki tinggi badan 170 cm. Sebelum bermain di FC Bayern Munchen, Jerman, pemain yang beroperasi sebagai gelandang serang ini berkarir di klub US Boulogne (2001-2002), Olympique Ales (2002-2003), Stade Brestois 29 (2003-2004), FC Metz (2004), Galatasaray (2005), dan Olympique Marseille (2005-2007). (www.republika.co.id)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon