logo blog
Selamat Datang Di Catatan Si iGun | Ilham Guntara Official Web
Terima kasih atas kunjungan Saudara di blog Catatan Si iGun
Semoga apa yang saya tulis dan saya bagikan di sini dapat bermanfaat dan memberikan motivasi bagi kita semua
untuk terus berkarya, berkreasi, berinovasi dan berbuat sesuatu yang dapat berguna bagi nusantara serta orang lain. Aamiin!
iklan banner

Pengertian dan Dasar Ilmu Kartografi

iklan banner
http://home.earthlink.net/~docktor/comic.jpg
Gambar Sebuah Peta (sumber : home.earthlink.net)
Menurut ICA (1973), kartografi adalah seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi tentang pembuatan peta-peta, sekaligus mencakup studinya sebagai dokumen-dokumen ilmiah dan hasil karya seni. Peta merupakan karya seni yang bersifat ilmiah dan merupakan ilmu pengetahuan tentang pembuatan peta termasuk semua tipe peta, plan (peta skala besar), charts, bentuk tiga dimensional dan globe yang menyajikan model bumi atau sebuah benda angkasa dalam skala tertentu. Menurut ICA (1973), definisi peta adalah suatu reprentasi/gambaran unsur-unsur atua kenampakan-kenampakan abstrak, atau yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, dan umunya digambarkan pada bidang datar dan diperkecil/diskalakan.

Dapat ditarik kesimpulan dari pengertian di atas bahwa tugas dari pembuat peta (kartografer), yaitu merancang peta (map design) yang meliputi desain simbol (symbol design), tata letak peta (map lay-out), isi peta (map content), dan generalisasi (generalization). Peta merupakan suatu media komunikasi grafis yang berarti informasi yang diberikan dalan peta berupa suatu gambar atau simbol.

Dalam pembuatan suatu peta, ada beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan. Langkah-langkah prinsip pokok dalam pembuatan peta tersebut antara lain :

  1. Menentukan daerah mana yang akan dipetakan.
  2. Membuat peta dasar (base map) terlebih dahulu, yaitu peta yang belum diberi simbol atau keterangan-keterangan.
  3. Mencari, mengidentifikasi, dan mengklarifikasikan data untuk peta tersebut sesuai dengan kebutuhan.
  4. Membuat simbol-simbol yang mewakili data tersebut.
  5. Menempatkan simbol tersebut pada peta dasar (base map).
  6. Membuat legenda (keterangan).
  7. Melengkapi peta dengan tulisan (lattering) secara baik dan benar.

Supaya suatu peta mudah dibaca, ditafsirkan, dan tidak membingungkan maka perlu juga adanya komponen-kompenan peta yang harus dipenuhi, antara lain :
  1. Judul Peta
  2. Skala Peta
  3. Legenda
  4. Orientasi (tanda arah mata angin)
  5. Simbol dan warna
  6. Sumber dan tahun pembuatan peta
  7. Tulisan (lattering)

Simbol dapat diartikan sebagai tanda atau gambar yang mempunyai maksud tertentu dalam menjelaskan isi peta tersebut. Selain itu, simbol juga mempunyai peranan penting, simbol bermanfaat sebagai sarana informasi utama untuk memudahkan dalam membaca, memahami, dan menunjukkan tema sebuah peta dalam peta rupabumi (topografi) maupun peta tematik (peta-peta khusus).

Menurut bentuknya, simbol dapat dikelompokan menjadi simbol titik, simbol garis, simbol area atau bidang, sedangkan wujud simbol dalam kaitannya dengan unsur yang digambarkan dapat dibedakan menjadi abstrak, setelah abstrak dan nyata atau piktorial.  Simbol piktoral adalah simbol dalam kenampakan wujudnya ada kemiripan dengan wujud unsur yang digambarkan, sedang simbol geometrik adalah abstrak simbol yang wujudnya tidak ada kemiripan dengan unsur yang digambarkan. Simbol juga dapat berupa angka ataupun huruf.

Untuk dapat membedakan unsur-unsur dalam suatu peta dengan cepat dan jelas (lebih-lebih peta tersebut adalah hitam putih) maka dalam proses penggambaran unsur-unsur tersebut harus dibedakan ukuran ketebalan garisnya, dalam hal ini misalnya garis kontur digambar dengan ketebalan 0,1 mm, kemudian sungai 0,2 mm, jalan aspal 0,3 mm, dan seterusnya sehingga gambar atau peta yang dihasilkan akan cepat dan mudah untuk dikenali oleh pengguna peta. Hal ini berbeda dengan peta-peta berwarna, untuk peta-peta yang berwarna pengenalan unsur-unsur dalam peta dapat dilihat dengan cepat dengan mengenali warna-warna yang ada, misalnya kenampakn hidrografi dengan warna biru, kontur dengan warna merah, dan seterusnya. Karena peta diharapkan merupakan hasil karya seni, maka dalam penggambaran peta harus tetap diperhatikan unsur seninya, misalnya pengaturan komposisi peta, jenis garisnya, dan lain-lain.

Pembuat peta tidak hanya semata-mata membuat peta agar dapat menggambarkan suatu tempat. Akan tetapi, pembuat peta dituntut agar dalam membuat peta didasarkan pada cipta, rasa, dan karsa. Karena sebuah peta akan memiliki makna bagi si pembaca peta. Ketelitian, keuletan, kerapian, dan juga kesabaran sangat dibutuhkan dalam membuat peta. Apabila pembuat peta tidak memperhatikan hal-hal tersebut, maka hasilnya akan tidak memuaskan.

Enter your email address to get update from Catatan Si iGun.
Print PDF
Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »

Website resmi Ilham Guntara, berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Catatan Si iGun" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!

Copyright © 2014. Catatan Si iGun | All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib | Modified by Ilham Guntara | Proudly powered by Blogger