MESUT OZIL: The Rising Star Jerman, Baca Al-Quran Dulu sebelum Bertanding!

16:46:00

Momen Piala Dunia tidak pernah lepas dari rising star (pemain muda debutan yang bersinar) yang bermunculan. Pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan kali ini banyak rising star yang bermunculan, misalnya: Carlos Vela (Meksiko/Arsenal), Javi Hernandez (Meksiko/MU), Luiz Suarez (Uruguay/Ajax), Gonzalo Higuain (Argentina/Real Madrid), Angel Di Maria (Argentina/Real Madrid), Mesut Ozil (Jerman/Werder Bremen), Thomas Mueller (Jerman/Bayern Munchen), Eljero Elia (Belanda), Keisuke Honda (Jepang), hingga Mark Hamsyik (Slovakia/Napoli), dll.

Namun kali ini yang akan kita sorot adalah playmaker baru sekaligus rising star Jerman Mesut Ozil. Mesut Ozil adalah pemain muslim muda yang lahir 15 Oktober 1988 (21 tahun) di Gelsenkirchen, Jerman keturunan Turki yang bermain di klub lokal Jerman Weder Bremen.  Mungkin pada awal Piala Dunia 2010 Afrika Selatan nama ini masih begitu asing di telinga kita.
Namun setelah melihat penampilannya yang begitu memukau setiap kali jerman bertanding, membuat nama Mesut Ozil semakin bersinar. Drible dan kecepatannya yang menawan disertai umpan dan tendangannya yang akurat membuat timnas Jerman tampil mengesankan dengan menggasak Australia 4-0 (partai pertama), kalah 0-1 dari Serbia (karena Klose terkena kartu merah), dan menang 1-0 atas Ghana (gol dari Mesut Ozil). Seakan terlupa dengan kehilangan Micheal Ballack sebagai playmaker, kini Mesut Ozil dapat menggantikan peran tersebut dengan baik. Ia berada di belakang trio penyerang Jerman Miroslav Klose, Thomas Mueller, dan Lukas Podolski untuk mengatur penyerangan.

Pada babak 16 besar Jerman kembali tampil memukau dengan melibas tim kuat Inggris 4-1 (Mesut Ozil menyumbang 1 assist) dan pada babak 8 besar (3 Juli 2010) Jerman akan kembali menghadapi tim tangguh lainnya yaitu Argentina. Kita nantikan aksi dari Mesut Ozil kembali saat melawan Argentina.


Kunci  sukses dan kebiasaan unik Mesut Ozil

Banyak pihak yang bertanya-tanya, apa rahasia yang dimiliki pemain berusia 21 tahun itu sehingga mampu tampil clamik. Pertanyaan ini coba dijawab Ozil. Menurutnya, usaha dan kerja keras selama di pemusatan latihan menjadi kunci keberhasilan. "Kami diberi pemahaman lebih oleh pelatih, terutama dengan cara bermain di kompetisi besar seperti piala dunia. Saya berusaha keras untuk mengikuti arahannya dan semuanya kemudian berjalan baik," ujar Ozil seperti dikutip kantor berita AP.

Usaha dan kerja keras Ozil memang tidak perlu dipertanyakan. Ozil yang seorang Muslim itu, rela menahan rasa haus dan lapar tatkala merumput di bulan Ramadhan. Selama bulan suci itu, Ozil mampu tampil gemilang bersama Bremen sehingga memancing perhatian Loew untuk memanggilnya ke timnas Jerman.

Namun, dia mengaku sempat kepayahan kala merumput di saat puasa. "Saya agak sedikit kelelahan, tapi semuanya bentuk pengorbanan," ujarnya seperti dikutip dari situs qantara.de.
Mesut Ozil juga mempunyai kebiasaan unik yang bisa membuat hati para muslim takjub, yaitu Ia selalu menyempatkan diri untuk membaca ayat-ayat suci  dari Al-Quran sebelum bertanding. Subhanallah, kebiasaan tersebut sungguh menakjubkan, kita saja sebagai orang muslim belum tentu melakukan hal itu sebelum beraktivitas. 

Pernyataan dan kebiasaan Ozil sekaligus mempertegas komitmennya sebagai seorang Muslim yang taat. Ozil pun menjadi contoh bagaimana profesionalisme dan religiusitas mampu berjalan secara seiring. Kita pun sebaiknya bisa mencontoh perilaku Mesut Ozil yang religius dan pekerja keras.

Biografi Mesut Ozil selengkapnya dapat dilihat di sini

referensi:

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon