Luis Milla Resmi Latih Timnas Indonesia, Harapan Baru Skuad Garuda

10:51:00
Tongkat panas estafet pelatih tim nasional Indonesia akhirnya jatuh pada Luis Milla. Luis Milla Aspas, pria kelahiran Teruel, Spanyol, 12 Maret 1966 (50 tahun) resmi dikontrak dua tahun oleh PSSI pada Jumat, 20 Januari 2017 lalu untuk menangani timnas senior serta U-22. Luis Milla ditargetkan menjuarai Sea Games 2017 bersama timnas U-22 pada Agustus mendatang di Singapura.
Luis Milla Resmi Latih Timnas Indonesia, Harapan Baru Skuad Garuda www.guntara.com
Luis Milla: Harapan Baru Skuad Garuda (gambar: terminalbet.net)
Luis Milla bukan sosok yang asing di dunia sepakbola. Semasa menjadi pemain, ia berposisi sebagai gelandang bertahan dan mengawali karir di tim junior Teruel lalu direkrut tim junior Barcelona. Ia dipromosikan di tim utama Barcelona pada tahun 1984 dan bermain selama 6 tahun sampai tahun 1990. Ia mencatatkan 54 penampilan dan 2 gol di Barcelona serta berhasil meraih juara UEFA Cup Winners' Cup: 1988–89, La Liga: 1984–85, dan Copa del Rey: 1989–90 bersama Barcelona.

Milla hijrah ke klub rival Barcelona, yaitu Real Madrid. Selama 7 tahun membela Real Madrid (1990-1997), ia mencatatkan 165 penampilan dan 3 gol. Artinya, Milla mendapat kesempatan bermain lebih banyak di Real Madrid. Milla berhasil menjuarai La Liga: 1994–95, 1996–97, Copa del Rey: 1992–93, dan Supercopa de España: 1990, 1993 bersama Real Madrid.

Milla mengakhiri karir bermain sepakbola dengan klub besar Spanyol lainnya, yaitu Valencia. Selama 4 tahun berseragam Valencia (1997-2001), ia menorehkan 79 penampilan dan 1 gol. Ia pun berhasil membawa Valencia menjuarai Copa del Rey: 1998–99, Supercopa de España: 1999, dan UEFA Intertoto Cup: 1998. Sayang, karir Milla di timnas Spanyol tidak semulus karir di klub. Ia hanya mencatatkan 3 penampilan di timnas Spanyol pada tahun 1989-1990.

Selepas pensiun, Luis Milla berkarir menjadi pelatih. Dari tahun 2008-2012, ia dipercaya melatih timnas junior Spanyol mulai dari U-19, U-20, U-21, dan U-23. Milla berhasil mengantarkan timnas Spanyol junior meraih Spain U21 - UEFA European Under-21 Championship: 2011, Spain U20 - Mediterranean Games: 2009, dan Spain U19 - UEFA European Under-19 Championship: Runner-up 2010. Milla pun berhasil mendidik pemain seperti David De Gea, Thiago Alcantara, Javi Martinez, Cesar Azpilicueta, dan Juan Mata yang saat ini menjadi pemain bintang.

Sungguh prestasi yang cukup luar biasa yang ditorehkan Milla baik sebagai pemain maupun pelatih. Inilah yang menjadi harapan baru bagi skuad garuda. Terlebih kiblat sepakbola modern saat ini berada di Eropa dan Spanyol mempunyai pengaruh yang cukup kuat. Terbukti dengan raihan timnas Spanyol yang mampu merebut gelar juara Piala Eropa 2008 dan 2012 serta juara Piala Dunia 2012. Selain itu raihan klub asal Spanyol juga begitu luar biasa, Real Madrid dan Barcelona yang terus mendominasi Liga Spanyol dan Liga Champions Eropa, serta Sevilla yang mendominasi Liga Eropa.

PSSI terbilang cukup cerdik dengan menunjuk pelatih asal Spanyol. Karakter sepakbola Indonesia mirip dengan karakter sepakbola Spanyol, sama-sama memiliki banyak pemain berpostur mungil yang mengandalkan umpan pendek, kreativitas dan kecepatan. Milla pun berjanji akan membawa gaya bermain Spanyol dengan filosofi menyerang Tiki-Taka ala Barcelona pada timnas Indonesia. Akankah gaya permainan yang diusung Milla cocok untuk Indonesia? Mari kita saksikan harapan baru skuad garuda. Tentu sebagai pecinta sepakbola, kita harus selalu optimis! Indonesia Jaya!

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon