Inilah 7 Fakta Unik PS TNI dalam Piala Sudirman 2015 - Guntara.com

Monday, 30 November 2015

Inilah 7 Fakta Unik PS TNI dalam Piala Sudirman 2015

PS TNI secara tidak terduga melenggang mulus ke fase 8 besar Piala Sudirman 2015. Tiga laga awal kualifikasi Grup C disapu bersih oleh PS TNI. Surabaya United ditaklukan 2-1 di laga pertama, lalu Pusamania Borneo FC dikalahkan lewat adu penalti 8-7 (2-2), dan Persela Lamongan dihajar 4-2. Laga terakhir pada malam ini (30/11), PS TNI akan melawan Persib Bandung yang sudah dipastikan tersingkir.
Selebrasi Gol Unik ala PS TNI www.guntara.com
Selebrasi Gol Unik ala PS TNI (sumber gambar: indobolanews.com)
Penampilan impresif PS TNI pada ajang Piala Sudirman 2015 ini sontak menjadi buah bibir masyarakat pecinta sepakbola di Indonesia. Tim amatir yang diarsiteki Suharto tersebut menciptakan berbagai kejutan yang tidak terduga-duga sebelumnya. Kesuksesan PS TNI dalam babak penyisihan tersebut mengundang keingintahuan dan rasa penasaran. Akankah kiprah menawan PS TNI berlanjut di babak 8 besar nanti atau hanya akan antiklimaks dengan segala tekanan dan atmosfer persaingan yang ada. Berikut tujuh fakta unik PS TNI:

1. PS TNI adalah Gabungan PSMS Medan dengan TNI Aktif?

PS TNI adalah tim gabungan yang terdiri dari pemain PSMS Medan dan anggota TNI aktif. Kontroversi lain yang terjadi menyebutkan bahwa PS TNI adalah PSMS Medan yang disamarkan. Anehnya, baik komentator pertandingan dan beberapa media tanah air jarang menyebut bahwa terdapat gen PSMS Medan di tubuh PS TNI. Lalu mengapa harus disamarkan? Apakah ingin membuat kejutan dengan nama baru di bawah tubuh TNI atau ada yang memerintahkan dari atas sana?

Fakta tambahan, pelatih PS TNI, Suharto AD yang merupakan anggota TNI AD aktif, sebelumnya adalah pelatih PSMS Medan yang menjuarai Piala Kemerdekaan 2015. Skema yang digunakan pun merupakan skema Suharto saat membesut PSMS Medan. Suharto tetap memainkan mayoritas pemain andalan PSMS Medan di Piala Kemerdekaan sebagai pondasi permainan PS TNI. Sebut saja salah satunya adalah Legimin Raharjo, pemain senior PSMS Medan yang kini dipercaya menjadi kapten PS TNI.

2. Memiliki Kebugaran Tinggi dengan Gaya Bermain Keras dan Lugas

Perlu diketahui, PSMS Medan tidak dibubarkan selepas menjuarai Piala Kemerdekaan. Hasilnya, kebugaran mereka tetap terjaga. Hal ini berkorelasi positif pada PS TNI. Lihat saja performa mereka yang konstan meskipun pertandingan telah memasuki babak kedua. Gaya permainan PS TNI pun identik dengan gaya bermain ala Medan yang keras dan lugas tetapi menghasilkan permainan yang taktis dan efektif. Ini pula yang sepertinya membuat PS TNI memiliki stamina prima sehingga, meskipun kerap tertinggal pada babak pertama, mampu mencetak gol pada babak kedua dan meraih kemenangan beruntun.

3. Satu-satunya Tim Amatir dalam Piala Sudirman 2015

PS TNI adalah satu-satunya tim amatir yang berlaga di Piala Jenderal Sudirman 2015. Tim ini diketuai oleh Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal Edy Rahmayadi. Diperkuat oleh sebagian pemain PSMS, lima belas pemain PS TNI adalah tentara. Dari kelima belas pemain yang merupakan prajurit TNI, enam orang di antaranya merupakan punggawa timnas U-23 dan U-19 yang kini menjadi prajurit. Sembilan orang lainnya telah terlebih dahulu berprofesi sebagai TNI. Mereka adalah Dhika Bayangkara, Asrul Risahondua, Erwin Ramdani, Suhandi, Wanda Syahputra, Choirul Hidayat, Hendri Aprilianto, Guntur Triaji, dan Riki Istianto. Sebagian besar tentara yang bermain adalah Angkatan Darat. Entah mengapa, tentara dari Angkatan Laut atau Angkatan Udara tidak dilibatkan dalam tim ini.

4. Seratus Persen Pemain Asli Pribumi

PS TNI menjadi salah satu tim yang tidak menggunakan pemain asing di Piala Jenderal Sudirman. Selain PS TNI, Bali United yang berasal dari Pulau Dewata serta Gresik United adalah tim-tim yang menerapkan kebijakan serupa. Meskipun tidak menggunakan pemain asing, PS TNI tidak bersikap inferior saat bertemu lawan. Konten pemain lokal justru membuat PS TNI mampu berbicara banyak dalam Piala Jenderal Sudirman. Indikasinya, kemenangan demi kemenangan yang mereka raih di Grup C.

5. Diperkuat oleh Enam Pemain Timnas U-23 dan U-19

PS TNI diperkuat oleh enam orang pemain  tim nasional Indonesia. Keenam pemain tersebut terdiri dari empat pemain jebolan timnas U-23 dan dua pemain timnas U-19. Keempat pemain timnas U-23 adalah Manahati Lestusen, Wawan Febriyanto, Abduh Lestaluhu, dan Ahmad Nufiandani. Keempat pemain tersebut sebelumnya sempat membela Timnas Indonesia U-23 dalam SEA Games 2014. Selain diperkuat keempat pemain timnas U-23, PS TNI pun diperkuat dua punggawa timnas U-19. Kedua pemain tersebut ialah Ravi Murdianto dan Dimas Drajad. Ravi dan Dimas memperkuat PS TNI karena baru saja resmi menjadi prajurit TNI.

6. Disuporteri Secara Militan oleh Tiga Matra TNI (AD, AL, dan AU)

PS TNI mempunyai suporter militan yang dikerahkan langsung dari tiga matra TNI yaitu TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Suporter PS TNI memakai baju seragam dinas berwarna coklat muda lengkap dengan atributnya. Ada sekitar 3.000 pasukan TNI gabungan yang dikerahkan untuk mendukung langsung PS TNI berlaga di stadion. 

Jika suporter lain memiliki tradisi dan berkembang dengan cara berbeda, demikian juga dengan suporter PS TNI. Mereka menerapkan kedisiplinan ala militer untuk suporter yang identik dengan atribut berwarna coklat muda ini. Tak heran jika selama 90 menit pertandingan mereka tetap konsisten dengan nyanyian dan yel-yel. Sejak awal, doktrin ketat sudah tertanam dalam diri masing-masing personel.

“Kami mendoktrin kepada anggota yang terlibat di suporter agar menghabiskan suaranya,” kata Kapten Bonny. Doktrin tersebut ternyata tidak main-main. Jika usai pertandingan ada anggota suporter tidak memiliki suara serak, dia akan mendapatkan hukuman. “Jika ada suara yang tidak serak atau habis, mereka tidak boleh pulang bersama rombongan atau diusir dari luar stadion,” ujarnya. Untuk lagu dukungan, suporter PS TNI tampaknya tidak kesulitan. Mereka memiliki variasi yel-yel untuk memberikan dukungan. “Masing-masing kesatuan TNI punya yel-yel, hal itu yang kami pakai di stadion,” ujar Kapten Bonny. Selain yel-yel, variasi atribut yang dikenakan juga beragam. Bahkan, masing-masing kesatuan dituntut untuk berkreasi dalam memberikan semangat pada PS TNI.

7. Pencetak Gol Wajib Memberi Hormat Militer

Inilah ciri khas unik yang barangkali hanya dimiliki oleh PS TNI dalam merayakan gol. Salah satu hal dari PS TNI yang menarik perhatian adalah mereka cara mereka merayakan gol. Ketika satu orang pemain mencetak gol, seluruh pemain PS TNI di lapangan diwajibkan melakukan selebrasi seperti sedang melakukan apel .Pemandangan unik itu terjadi pada dua laga awal PS TNI, yaitu saat menghadapi Surabaya United serta saat menghadapi Borneo FC. Saat kapten tim yang bernama Legimin Raharjo mencetak gol ke gawang Surabaya United, seluruh pemain langsung berbaris di depannya sambil melakukan aksi hormat. Begitu pula dengan gol-gol berikutnya dari PS TNI selalu dirayakan dengan selebrasi memberi hormat militer kepada pemain PS TNI lainnya.

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!