Tidak Diterima SBMPTN Tidak Usah Sedih, Masih Banyak Jalan Lain - Guntara.com

Sunday, 12 July 2015

Tidak Diterima SBMPTN Tidak Usah Sedih, Masih Banyak Jalan Lain

Seleksi masuk perguruan tinggi negeri selalu menjadi pembicaraan hangat bagi lulusan SMA sederajat. Entah apapun nama yang diberikan pemerintah pada sistem seleksi tersebut, selalu saja mendapat respon luar biasa bagi para pendaftar. Sebanyak 693.185 calon mahasiswa mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2015 ini, setiap tahun selalu bertambah pendaftarnya. Namun yang diterima hanya sebanyak 121.653 calon mahasiswa, artinya 571.532 calon mahasiswa dinyatakan tidak diterima. Hal tersebut menjadi luka mendalam bagi sebagian mereka yang tidak diterima.
Tidak Diterima SBMPTN Tidak Usah Sedih www.guntara.com
Tidak Diterima SBMPTN Tidak Usah Sedih (sumber gambar: e-sbmptn.com)
Jangan berlarut dalam kesedihan karena tidak diterima SBMPTN. Masih banyak jalan lain untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. SBMPTN hanya salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk menyelenggarakan seleksi masuk perguruan tinggi negeri secara bersama-sama dengan sistem terstruktur, jujur, transparan, merata, dan adil bagi seluruh pelajar Indonesia. Sebelumnya telah ada jalur SNMPTN yang hampir sama seperti SBMPTN, bedanya SNMPTN memakai seleksi berdasarkan nilai-nilai rapor yang dihitung sedemikian rupa dengan mempertimbangkan berbagai bobot yang ada sedangkan SBMPTN memakai seleksi ujian tertulis secara langsung dan bersama-sama.

Beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) umumnya masih memiliki jalur lain selain dua jalur tersebut. Biasanya disebut jalur seleksi mandiri yaitu jalur seleksi yang diadakan oleh PTN bersangkutan secara tersendiri dan PTN tersebut mempunyai kewenangan penuh dalam menentukan kelolosan calon mahasiswa pada jalur mandiri tersebut.

Bagi pejuang SBMPTN yang tidak diterima tahun ini bisa sesegera mungkin mencari informasi mengenai jalur seleksi mandiri pada PTN yang diinginkan. Beberapa PTN sengaja menjadwalkan jalur seleksi mandiri berdekatan dengan SBMPTN dan batas pendaftarannya pun ditutup sebelum jalur SBMPTN diumumkan. Mungkin hal tersebut bisa dibilang semacam strategi licik dari PTN agar calon mahasiswa mendaftar baik SBMPTN dan seleksi mandiri secara bersama-sama, otomatis calon mahasiswa mengeluarkan biaya untuk kedua jalur tersebut dan untuk jalur mandiri biaya pendaftaran akan langsung masuk PTN bersangkutan. Namun ada juga beberapa PTN yang masih berbaik hati dengan membuka jalur seleksi mandiri sampai bulan Juli ini. Tidak ada salahnya jika terus berikhtiar untuk mencoba.

Apabila PTN yang diinginkan sudah menutup rapat-rapat pintu untuk mendaftar, masih ada perguruan tinggi swasta (PTS). Jangan berburuk sangka dahulu terhadap PTS dan menganggapnya rendah. Di luar negeri justru PTS lebih berjaya dan lebih terkenal daripada PTN. Namun di Indonesia memang cenderung apa-apa yang berstatus negeri memiliki poin plus tersendiri. Tidak semua PTS itu mengecewakan dan tidak memuaskan. Beberapa PTS telah menunjukkan eksistensinya bahwa PTS tersebut profesional dan mampu bersaing dengan PTN di sekitarnya. Oleh karena itu, hal yang patut dilakukan adalah mencara informasi tentang PTS tersebut. Pertama, bisa dilihat dari akreditasinya berdasarkan Kemendiknas, lalu kemudian dilihat dari sistem pembelajarannya, fasilitas-sarana pendidikan, dan hal yang cukup vital untuk diperhatikan adalah biaya perkuliahannya.

Di zaman yang sudah modern ini segala informasi dapat diakses secara cepat dan tepat. Bukan hal sulit untuk memperoleh informasi mengenai PTS yang ingin dituju, bisa langsung dibuka website PTS tersebut. Lihatlah dari penampilan website-nya, jika yang ditampilkan sudah lengkap dan sudah jelas maka PTS tersebut benar-benar profesional dalam pengelolaannya. Cari juga berita tentang PTS tersebut di media-media massa online, jika banyak berita positif seperti prestasi dan penghargaan tentang PTS tersebut berarti PTS tersebut memang bisa diperhitungkan. 

Tidak usah sedih tidak diterima SBMPTN, Allah Maha Adil. Teruslah berusaha teruslah berikhtiar lalu bertawakal dan selalu meminta doa restu orang tua. Barangkali usaha yang dilakukan selama ini belum maksimal. Barangkali usaha selama ini belum dibersamai ibadah yang optimal. Intropeksi diri apa yang kurang selama ini dalam diri ini, apa yang membuat belum berhasil selama ini. Ketika satu pintu menuju kesuksesan tertutup, masih ada seribu pintu menuju kesuksesan di depan yang patut kita coba. "La Tahzan, Innallaha Ma Ana." (Janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita).

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!