Konsep Dasar Analisis 3 Dimensi pada Sistem Informasi Geografi

07:07:00
Analisis 3 Dimensi (3D Analyst) merupakan salah satu tool dalam perangkat lunak ArcGIS yang dapat digunakan untuk menganalisis suatu objek di permukaan bumi secara 3 dimensional berdasarkan informasi koordinat X, Y, Z yang ada pada objek tersebut. Analisis tersebut memiliki berbagai macam cara analisis dan fasilitas analisis. Produk yang paling umum dari analisis tersebut adalah DEM (Digital Elevation Model).
Contoh Analisis 3 Dimensi untuk Pembuatan Data DEM www.guntara.com
Contoh Analisis 3 Dimensi untuk Pembuatan Data DEM
DEM merupakan suatu sistem, model, metode, dan alat dalam  mengumpulkan, memproses, dan menyajikan informasi medan. Susunan nilai-nilai yang mewakili distribusi spasial dari karakteristik medan, distribusi spasial diwakili oleh nilai-nilai pada sistem koordinat horizontal XY dan karakteristik medan diwakili oleh ketinggian medan dalam sistem koordinat Z (Doyle, 1991). 

DEM dapat disimpan dalam berbagai metode. Daniel (2003) menyatakan terdapat empat metode penyimpanan DEM sebagai berikut:
  1. Data berdistribusi teratur
    Data disimpan dengan spasi yang teratur antartitik data sehingga membentuk suatu grid. Bentuk dasar dari grid yang paling sering digunakan adalah bentuk bujur sangkar. Data elevasi dicatat pada tiap jarak tertentu, sesuai dengan resolusi spasial dari grid.
  2. Data berdistribusi semi teratur
    Keteraturan terdapat pada salah satu unsur datanya, sedangkan unsur yang lain acak. Misalnya, garis kontur pada peta yang merepresentasikan ketinggian yang sama pada permukaan  bumi  dengan  interval  ketinggian  tertentu  yang  konstan mempunyai keteraturan pada unsur Z, tetapi pada unsur X dan Y acak. 
  3. Data berdistribusi acak
    Tidak ada keteraturan pada setiap unsur datanya. Salah satu bentuk struktur data acak adalah TIN (Triangulated Irregular Networks) dengan segitiga-segitiga tak beraturan sebagai satuan datanya.
  4. Fungsi permukaan
    Permukaan bumi dapat pula disajikan dalam model matematis tertentu, tetapi pemodelan ini cenderung hanya memberikan gambaran umum permukaan (trend surface) serta menghilangkan detail-detail  lokal  pada  permukaan  bumi,  mengingat kenampakan fisik dari permukaan  bumi  sangat  kompleks  dan  sulit dimodelkan  melalui  suatu fungsi matematis secara tepat.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon