Pengenalan Aplikasi Sistem Informasi Geografi : ArcView GIS

16:51:00
ArcView GIS merupakan salah satu perangkat lunak (software) desktop Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pemetaan yang dikembangkan oleh ESRI. ArcView memiliki kemampuan-kemampuan untuk melakukan visualisasi, meng-explore, menjawab query (baik basisdata spasial maupun nonspasial), menganalisis data secara geografis, dan sebagainya. 
http://2.bp.blogspot.com/-gW1rMcCZaPI/UMdNb2h5kWI/AAAAAAAAAL8/d7zyXrdtIjA/s1600/arcview.png
sumber gambar: www.blogspot.com
Salah satu kelebihan dari ArcView adalah kemampuannya dalam berhubungan dan berkerja dengan bantuan extensions. Extensions (dalam konteks perangkat lunak SIG ArcView) merupakan suatu perangkat lunak yang bersifat “plug-in” dan dapat diaktifkan ketika penggunanya memerlukan kemampuan fungsionalitas tambahan (Prahasta, 2001). Extensions bekerja atau berperan sebagai perangkat lunak yang dapat dibuat sendiri, telah ada atau dimasukkan (di-instal) ke dalam perangkat lunak ArcView untuk memperluas kemampuan-kemampuan kerja dari ArcView itu sendiri. Contoh-contoh extensions ini seperti Spasial Analyst, Edit Tools v3.1, Geoprocessing, JPGE (JFIF) Image Support, Legend Tool, Projection Utility Wizard, Register and Transform Tool dan XTools Extensions. Secara umum kemampuan ArcView dapat dilihat melalui uraian berikut :
1.    Pertukaran data, membaca dan menuliskan data dari dan ke dalam format perangkat lunak SIG lainnya.
2.    Melalukan analisis statistik dan operasi-operasi matematis.
3.    Menampilkan informasi (basisdata) spasial maupun atribut.
4.    Menghubungkan informasi spasial dengan atribut-atributnya yang terdapat (disimpan) dalam basisdata atribut.
5.    Melakukan fungsi-fungsi dasar SIG seperti analisis sederhana spasial.
6.    Membuat peta tematik.
7.    Meng-customize aplikasi dengan menggunakan bahasa skrip atau bahasa pemrograman sederhana.
8.    Melakukan fungsi-fungsi SIG khusus lainnya (dengan menggunakan extension yang ditujukan untuk mendukung penggunaan perangkat lunak SIG ArcView).

Sistem Informasi Geografis sendiri merupakan suatu sistem yang dirancang untuk menyimpan, memanipulasi, menganalisis, dan menyajikan informasi geografi. Perlu diketahui bahwa peta juga bisa disebut SIG atau istilahnya SIG Konvensional. Terdapat beberapa perbedaan antara peta di atas kertas (peta analog) dan SIG yang berbasis komputer. Perbedaannya adalah bahwa peta menampilkan data secara grafis tanpa melibatkan basis data. Sedangkan SIG adalah suatu sistem yang melibatkan peta dan basis data. Dengan kata lain peta adalah bagian dari SIG. Sedangkan pada ArcView dapat melakukan beberapa hal yang peta biasa tidak dapat melakukannya. Arc View biasa digunakan antara lain sebagai berikut:
1.    Digitasi data citra dari layar monitor (on screen digitizing).
2.    Reaktifikasi citra dengan bantuan ekstensi image analysis.
3.    Editing tema dengan drag and drop atau cut and paste.
4.    Editing tema dengan query item pada table.
5.    Konvesri data dari MS-EXCEL atau MS-ACCESS menjadi tema baru pada data spasial yang telah ada.
6.    Pembuatan kontur dengan bantuan ekstensi image analysis dan spasial analis.
7.    Pembuatan peta 3D dan perhitungan volume dengan bantuan 3D analysis.
8.    Pengubahan sistem proyeksi dengan projection utility.
9.    Kemudahan konversi data ke perangkat lunak lain, seperti AUTOCAD, MAPINFO, dll.

ArcView mengorganisasikan project beserta tools yang tersedia ke dalam bentuk sistem windows, menu, button, dan icon. Setiap tipe dokumen (view, table, chart, layout, dan script) ArcView memiliki tampilan yang berbeda. Struktur tampilan pada ArcView terdiri sebagai berikut:
1.    Tampilan Project: Project merupakan window yang paling awal muncul untuk bekerja dengan ArcView. Menu-menu yang terdapat pada window menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mengatur project yang akan dibuat.
2.    Tampilan View: View merupakan representasi grafis informasi spasial dan dapat menampung beberapa layer/theme informasi spasial (titik, garis, poligon, atau citra raster).
3.    Tampilan Table: Dokumen Tabel dilengkapi dengan fasilitas menu, button, dan toolbar. Sebuah tabel merupakan representasi data ArcView. Tabel berisi informasi deskriptif mengenai layer tertentu yang terdiri dari baris data (record) dan kolom (field). Baris data (record) mendefinisikan sebuah entry, sedangkan kolom (field) mendefinisikan atribut atau karakteristik dari entry.
4.    Tampilan Chart: Chart merupakan representasi grafis dari resume tabel data. Chart juga bisa merupakan hasil suatu query terhadap suatu tabel data.
5.    Tampilan Layout: Layout digunakan untuk menggabungkan semua dokumen (view, table, dan chart) ke dalam suatu dokumen yang siap cetak (hardcopy).

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon