Ramadhan Semakin Dekat, Apa yang Sudah Kita Rencanakan? - Guntara.com

Thursday, 29 May 2014

Ramadhan Semakin Dekat, Apa yang Sudah Kita Rencanakan?

Assalamualaikum, bagaimana kabar khalayak dunia maya, sehat-sehat semua kan? Kurang lebih satu bulan lagi, Insyaallah Sabtu, 28 Juni 2014 kita akan berjumpa dengan Bulan Ramadhan 1435H. Tidak ada yang bisa menjamin kepastian kita akan berjumpa dengannya lagi. Namun kita terus berharap seraya berdoa kepada Allah agar bisa dipertemukan kembali dengan bulan suci tersebut.
Ilham Guntara #RinduRamadhan1435H
Kerinduan akan Bulan Ramadhan tersibak pada lubuk hati yang paling dalam. Di sisi lain kita masih sibuk dengan urusan duniawi kita. Saya seorang mahasiswa masih terfokus pada kepadatan perkuliahan, aktivitas organisasi, dan pengerjaan berbagai tugas mata kuliah. Sungguh ironi memang, saya belum mempunyai rencana pasti untuk berjumpa Ramadhan kelak. Mungkin di pikiran saya melayang berbagai rencana untuk Ramadhan. Namun seketika rencana tersebut hilang saat saya lupa menuangkannya dalam tulisan dan saya tergoda oleh aktivitas duniawi.

Saya tidak akan menyampaikan ayat-ayat Al Quran pada tulisan saya di bawah ini karena saya sadar pemahaman tafsir Al Quran saya belum baik dan saya baru belajar. Namun, izinkan saya untuk berpendapat dan berbagi pengalaman sepengetahuan saya. Bismillah semoga berguna.

Saya ingin memberikan pemahaman bahwa kita perlu membuat rencana-rencana yang pasti untuk menyambut Bulan Ramadhan. Bukan tanpa alasan, Ramadhan adalah bulan suci, bulan yang diagungkan Allah, bulan yang diagungkan Rosulullah, dan bulan yang diagungkan umat muslim dunia. Fenomena obral pahala akan terjadi pada bulan Ramadhan berserta ribuan berkah dan nikmat Allah yang sungguh luar biasa tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, tidak bisa dituangkan dalam tulisan, dan tidak bisa divisualisasikan dengan gambar.

Saya akan katakan bahwa kita adalah orang yang sangat merugi apabila tidak mempunyai rencana besar untuk Bulan Ramadhan. Marilah kita menyusun rencana untuk Ramadhan, menyusun target-target amal ibadah yang harus dilaksanakan pada bulan suci tersebut. Target yang sudah dicapai pada Ramadhan edisi sebelumnya jangan dipakai lagi pada edisi depan, target harus ditingkatkan supaya iman dan taqwa kita semakin meningkat. Apabila target tahun lalu belum tercapai, mari kita capai dahulu di tahun ini. Targetkan amal dan ibadah yang setinggi-tingginya tetapi tetap realistis untuk kita capai.

Memulai dari rencana yang sederhana. Pertama yang akan dihisab di akhirat kelak adalah sholat. Mari kita tengok kualitas sholat kita. Kalau kita belum termasuk golongan yang sholat lima waktu, maka target utama di Bulan Ramadhan adalah sholat lima waktu. Tidak perlu terlalu jauh dan terlalu ribet, justru malah menyusahkan kita apabila ibadah wajib belum kuat tetapi malah memperbanyak ibadah sunnah, sama saja sia-sia. Kalau sholat lima waktu sudah, maka selanjutnya sholat tepat waktu. Usahakan jangan terlambat dan jangan menunda-nunda, segera bergegas jika Adzan berkumandang maka diri kita harus siap. Lalu segera laksanakan. Kalau sholat tepat waktu sudah, maka selanjutnya sholat berjamaah di masjid. Kewajiban pria muslim adalah sholat lima waktu secara berjamaah, walaupun kita imani tetapi masih sulit untuk dijalani. Marilah mengusahakan, pada bulan Ramadhan esok menjaga sholat berjamaah kita di masjid. Pasti tidak susah, karena pada bulan Ramadhan, umat akan berlomba-lomba mencari pahala. Kita jangan ketinggalan untuk memanfaatkan momen tersebut. Syukur-syukur kebiasaan tersebut nanti terbawa setelah bulan Ramadhan. Secara eksakta kita sadar sholat berjamaah memiliki pahala 27x lebih banyak daripada sholat munfarid sedangkan secara sosial ekonomi kita sadar keuntungan yang luar biasa sholat berjamaah mendapat pahala 27x daripada sholat berjamaah.  Setelah sholat lima waktu, tepat waktu, dan berjamaah maka langkah selanjutnya tinggal menambahnya dengan sholat sunnah. Sholat sunnah meliputi tarawih, witir, qiyamul lail, fajar, dhuha, rawatib, dst.

Rencana kedua adalah mengaji. Rencana yang sangat sederhana tetapi berdampak luar biasa. Mengaji dapat berupa kita mendengarkan orang mengaji atau syukur-syukur kita sendiri yang mengaji. Tidak usah tanggung-tanggung, kita targetkan qatam Al-Quran minimal sekali pada Bulan Ramadhan. Mungkin hal tersebut terlihat berat saat ini, kan ini belum Ramadhan. Insyaallah, saat memasuki Ramadhan nanti spirit dan semangat kita untuk mengaji akan memuncak, tinggal kita mengarahkan hati dan raga kita untuk melaksanakannya. Ini mudah, ambil contoh Ramadhan ada 30 hari dan satu Al Quran memuat 600 halaman. Sehingga secara matematis, kita bisa mengaji 20 halaman Al Quran per hari untuk mencapai qatam. Lebih sederhana lagi kita bisa mengaji 4 halaman sesudah/sebelum sholat lima waktu per hari selama Ramadhan. Bagaimana 4 halaman, sangat ringin dan mudah bukan? Tidak ada alasan untuk tidak qatam Al Quran selama Ramadhan. Ayo semangat kita bisa! Selain mengaji dalam konteks membaca Al Quran, mengaji di sini juga berupa menyimak dan mendengarkan pengajian yang disampaikan Ustadz. Mari kita giatkan menyimak pengajian baik secara langsung di majelis atau di televisi-radio atau bisa juga secara online. Sangat banyak aksesnya untuk mendapat pengajian semacam itu.

Sekiranya dua rencana besar tersebut yang sementara ini saya sarankan untuk kita targetkan selama bulan Ramadhan nanti. Jika dua rencana besar tersebut terlaksana, maka Ramadhan kita luar biasa. Tentu masih ada rencana ketiga, keempat, kelima, dan kesekian yang bisa kita kerjakan untuk membuat Ramadhan kita kelak semakin luar biasa. Namun, hal tersebut akan saya bahas pada kesempatan berikutnya. Semoga Allah masih mempertemukan kita. Semoga hal yang saya bagikan tersebut bermanfaat, kurangnya milik saya, dan lebihnya milik Allah. Mohon maaf apabila kurang berkenanan, terima kasih, dan wassalamualaikum! 

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!