Tipe Data dan Variabel dalam Microsoft Visual Basic

13:44:00
Tipe data adalah jenis data yang dapat diolah oleh komputer untuk memenuhi kebutuhan dalam pemrograman komputer. Setiap variabel atau konstanta yang ada dalam kode program, sebaiknya tentukan dengan pasti tipe datanya. Ketepatan pemilihan tipe data pada variabel atau konstanta akan sangat menentukan pemakaian sumberdaya komputer (terutama memori komputer). Salah satu tugas penting seorang programmer adalah memilih tipe data yang sesuai untuk menghasilkan program yang efisien dan berkinerja tinggi. Ada banyak tipe data yang tersedia, tergantung jenis bahasa pemrograman yang dipakai. Pemilihan tipe data yang tepat akan sangat bermanfaat dalam hal, menghemat memori sistem, kecepatan proses eksekusi, ketelitian perhitungan, dan manfaat lainnya.
Tipe Data dan Variabel
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dimengerti sebelum memilih berbagai tipe data dalam sebuah program adalah sebagai berikut:
1.    Penggunaan Memori dan Rentang Data
Paling baik adalah semaksimal mungkin menggunakan tipe data yang penggunaannya paling efisien, misal: jika data memiliki rentang 0 – 100 tanpa desimal maka paling tepat menggunakan tipe data Byte (hanya memerlukan 1 byte).
2.    Ketelitian Penggunaan
Efisiensi penggunaan memori hal yang penting, namun akurasi perhitungan dipandang memiliki prioritas yang lebih tinggi. Misalnya tipe data ‘Single’ memiliki ketelitian 6 digit dibelakang titik desimal, sedangkan ‘Double’ 14 digit.
3.    Tipe Data Varian
Program dapat mendeklarasi variabel tanpa menunjukkan tipenya, inilah disebut tipe data variant. Tipe ini dapat dipakai untuk menampung data null, error, array.
4.    Tipe Data Buatan Sendiri
Aplikasi Microsoft Visual Basic memungkinkan anda membuat tipe data baru sesuai dengan keinginan.

Variabel adalah suatu tempat dalam memori computer yang diberi nama (pengenal dan bersifat unik/tidak terduplikasi) dan dialokasikan untuk menampung data. [Farda, 2013]. Ada dua cara mendeklarasikan suatu variabel yaitu deklarasi eksplisit dan deklarasi implisit. Deklarasi eksplisit dipandang lebih terkontrol dan terencana dibanding implisit. Berikut penjelasan singkatnya:
1.    Deklarasi eksplisit, caranya dengan menggunakan perintah DIM, contoh:
DIM panjang AS Integer, DIM alamat AS String
2.    Deklarasi implisit, yaitu dengan meletakkan tanda tipe variabel setelah nama variabel, contoh:
Nama$ = “Budi” = Tanda ‘$’ berarti tipe data String
Gaji& = 4000000 = Tanda ‘&’ berarti tipe data Long
Nama variabel dianjurkan memiliki keselarasan dengan identifikasi data yang dikandung serta memiliki fungsi agar mudah dikenali, diingat dan singkat jelas, contoh: Nama Mahasiswa dapat ditulis sebagai variabel dengan NamaMHS, penentuan kapitalisasi juga akan mempermudah dalam mengenalinya, sebab tidak jarang antara object dan variabel memiliki kemiripan. Aturan yang berlaku pada penggunaan variabel [Farda, 2013]:
1.    Harus dimulai dengan karakter alphabet (huruf), bukan angka atau symbol lainnya.
2.    Bersifat unik (tidak ada duplikasi) pada ruang lingkup variabel yang sama.
3.    Tidak lebih dari 255 karakter (8 bit), dan hanya 40 karakter pertama yang dianggap
3.    sebagai ‘Nama’ variabelnya (selanjutnya diabaikan).
4.    Tidak diperkenankannya karakter (+, -, *, /, <, >, :, ;, … dst.)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon