Inilah 11 Hal Kurang Menarik dari Football Life Master League Pro Evolution Soccer 2014 - Guntara.com

Wednesday, 8 January 2014

Inilah 11 Hal Kurang Menarik dari Football Life Master League Pro Evolution Soccer 2014

Football Life (FL) Master League (ML) di Pro Evolution Soccer (PES) 2014 kurang menarik dan kurang menantang daripada versi PES sebelumnya. FL ML PES 2014 ini menurut saya seperti mainan bagi anak kecil dan kurang cocok apabila dimainkan oleh mahasiswa seperti saya ini. Ada beberapa faktor yang mendasari saya untuk menilai sedemikian rupa. Walaupun secara gameplay PES 2014 lebih baik dan lebih dinamis tetapi untuk manajemen dan pengelolaan dalam FL ML sendiri tidak begitu kompleks dan cenderung mudah (kurang menantang).

Penampakan Tampilan Utama FL PES 2014
Saya selalu mengharapkan sistem manajemen dan pengelolaan tim dalam FL ML PES 2014 lebih baik dari sebelumnya. Maksudnya di sini lebih detail, lebih kompleks, dan ditambahkan fitur-fitur pengelola nonteknis dari sebuah tim. Namun, yang terjadi pada FL ML PES 2014 malah sama dengan sebelumnya bahkan ada beberapa fitur yang dikurangi.
Penampakan FL PES 2014 pada Menu Gameplan
Tanpa berbasa-basi pasti banyak dari kalian yang sudah merasakan FL ML PES 2014. Saya ingin sedikit membeberkan hal-hal kurang menarik yang saya dapatkan dari FL ML PES 2014 jika dibanding dengan edisi sebelumnya. Hal-hal tersebut didasarkan pada FL ML PES 2014 saya yang sudah memasuki tahun 2030. Berikut saya jabarkan dalam 11 poin.
  1. Sistem kalenderisasi pada FL ML PES 2014 dijadikan per minggu dan per pertandingan, tidak seperi sebelumnya yang memakai sistem per hari sehingga semusim terasa amat lama. Hal tersebut tentu memengaruhi waktu jendela transfer yang otomatis terasa sangat-sangat singkat.
  2. Proses negosiasi transfer terkesan sangat mudah. Untuk pemain dengan nilai chances of signing di atas 10% akan mudah direkrut hanya dengan sekali negosiasi. Begitu pun ketika kita menjual pemain, maka langsung ada yang menawarnya. Hal tersebut terasa kurang menantang tidak seperti sebelumnya yang mana transfer memerlukan negosiasi yang cukup panjang.
  3. Cedera pemain nyaris tidak ada. Sepanjang saya bermain FL ML PES 2014 dari tahun 2014 ke tahun 2030, saya belum pernah menjumpai satupun pemain saya yang cedera berat bahkan cedera ringan. Begitu pula dengan klub-klub lain yang tidak dijumpai adanya cedera pemain. Mungkin di sisi lain menguntungkan tetapi hal tersebut sangat fiktif. Kenyataan di dunia persepakbolaan banyak pemain yang cedera. Bahkan pada FL ML PES 2013 cedera pemain bisa mencapai berminggu-minggu.
  4. Kartu kuning dan kartu merah langka didapatkan. Dalam satu musim saya bermain FL ML PES 2014 mungkin saya hanya mendapat satu atau dua kartu kuning dan sama sekali tidak mendapat kartu merah, kecuali saya bermain dengan sangat kasar. Wasit di FL ML PES 2014 seakan pelit kartu. Hal tersebut membuat permainan terasa hambar karena tidak ada bumbu-bumbu pedas akumulasi kartu.
  5. Pemain reborn terlalu banyak dan karbitan semua. Tahun kedua sudah ditemui pemain reborn alias pemain pensiun yang lahir kembali menjadi pemain muda. Hal yang paling menyebalkan adalah pemain reborn tersebut terlahir kembali dengan overall rating yang tinggi. Misalnya, Frank Lampard terlahir kembali dalam usia 17 tahun dengan overall rating 101. Menurut saya itu berlebihan, akan lebih bijak apabila pemain reborn itu memiliki overall rating yang rendah baru kemudian lambat laun menjadi pemain bintang lagi. Hampir semua pemain bintang yang reborn dalam kondisi overall rating yang tinggi. Otomatis hal tersebut memupuskan harapan pemain muda berbakat untuk berkembang dan menjadi bintang baru.
  6. Terjadi krisis pemain dalam tim setelah kurun waktu 10 musim. Saya heran ketika klub-klub papan atas krisis pemain, dalam satu tim hanya ada 16 pemain otomatis hanya punya 5 pemain cadangan. Bahkan ada yang tidak punya kiper sama sekali. Begitu pula dengan klub-klub lain tidak hanya klub papan atas. Entah pemain pergi kemana tetapi setelah setengah musim klub tersebut kembali banyak stok pemainnya. Hal tersebut cukup janggal untuk dinikmati.
  7. Tidak ada fitur penambahan skill khusus pada pemain. Pada FL ML PES edisi sebelumnya ada fitur untuk menambahkan skill khusus pada pemain seperti speed mercant, outside curve, dst, ada pula fitur untuk mempercepat perkembangan pemain, dan ada pula fitur untuk menambah kemampuan posisi pemain. Dalam FL ML PES 2014 hal tersebut tidak ditemui, sehingga pemain hanya bisa berkembang umur, harga, dan poin kemampuannya.
  8. Tidak ada fitur pengelolaan nonteknis klub. Sebelumnya ada pilihan untuk merekrut pelatih dan staf tetapi pada FL ML PES 2014 ini hal tersebut dihapuskan. Jadi, kita menerima matang saja, tinggal bermain dan mengelola transfer pemain.
  9. Pemain tidak bisa dipinjamkan. Walaupun ada pilihan untuk menaruh pemain di daftar yang bisa dipinjam tetapi kenyataannya sampai saat ini belum ada klub lain yang bersedia meminjam pemain tersebut bahkan jika pemain tersebut berbintang. Padahal peminjaman pemain ke klub lain diharapkan agar pemain tersebut bisa berkembang seperti yang dilakukan klub-klub pada dunia nyata.
  10. Fitur focus point kurang maksimal dalam manajemen klub. Fitur tersebut biasanya digunakan untuk menentukan jenis latihan dan beban latihan yang diterapkan pada sebuah klub sehingga pemain pada klub tersebut dapat berkembang sesuai keinginan. Namun, pada FL ML PES 2014 hal tersebut kurang maksimal, mungkin karena pada FL ML PES 2014 ada fitur untuk kita berpindah klub dan melatih negara.
  11. Keberadaan sponsor kurang greget dan tidak terasa. Edisi-edisi sebelumnya ketika kita bermain FL ML PES pasti di akhir musim ada berbagai sponsor yang datang dan adapula perjanjian sponsor yang akan memberi bonus apabila kita bisa mencapai target yang disepakati. Namun pada FL ML PES 2014 hal tersebut tidak terasa karena sponsor yang dipakai adalah sistem tunggal dimana tiba-tiba pada awal musim ada dana sponsorship tetapi tidak tahu dari perusahaan mana. Hal tersebut mengurangi kesan greget dalam bermain FL ML PES.
Demikian 11 hal kurang menarik dari Football Life (FL) Master League (ML) di Pro Evolution Soccer (PES) 2014 menurut saya. Bagaimana dengan kalian, apakah sependapat dengan saya? Ingin menambahkan ingin mengurangi? Atau ada sanggahan, silakan lontarkan di kolom komentar di bawah ini. Saya akan sangat senang apabila muncul diskusi yang seru tentang artikel ini.

Tentunya di balik kekurangan pasti ada kelebihan, untuk sesi selanjutnya tidak adil rasanya bila saya tidak menjabarkan hal-hal menarik dari Football Life (FL) Master League (ML) di Pro Evolution Soccer (PES) 2014. Insyaallah, hal tersebut akan saya bahas di pos selanjutnya. Tetap setia bersama "Catatan Si iGun. Terima kasih!

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!