Pengertian Daerah Aliran Sungai (DAS) - Guntara.com

Monday, 31 December 2012

Pengertian Daerah Aliran Sungai (DAS)

Daerah aliran sungai (DAS) ialah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. (PP No. 37 tentang Pengelolaan DAS, Pasal 1). DAS juga dapat diartikan sebagai daerah yang dibatasi punggung-punggung gunung dimana air hujan yang jatuh pada daerah tersebut akan ditampung oleh punggung gunung tersebut dan akan dialirkan melalui sungai-sungai kecil ke sungai utama. [Asdak, 1995].

DAS dalam bahasa inggris disebut river basin, drainage basin, cacthment area, atau watershed. DAS adalah suatu wilayah yang merupakan kesatuan ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografis dan berfungsi sebagai pengumpul, penyimpan dan penyalur air, sedimen, unsur hara melalui sistem sungai, mengeluarkannya melalui outlet tunggal. (Sudjarwadi,1985).

Sistem DAS di dalamnya terdapat lembah, sistem sungai, pegunungan dan igir pegunungan. Igir pegunungan membatasi sistem sungai, batas tersebut disebut river divide. Sedangkan sistem sungai terbagi menjadi tiga bagian yaitu: daerah upstream (berupa daerah pegunungan dan perbukitan) yang merupakan daerah sumber runoff dan sedimen, daerah downstream (berupa dataran) yang merupakan daerah transfer runoff dan sedimen, serta daerah estuari (daerah pertemuan aliran sungai dengan laut) pada umumnya berupa delta sungai. [Tjahyo, 2012]. Antara DAS yang satu dengan DAS yang lainnya dibatasi oleh titik-titik tertinggi muka bumi berbentuk punggungan yang disebut stream devide atau batas daerah aliran (garis pemisah DAS). Bila suatu stream devide itu merupakan jajaran pebukitan disebut stream devide range. [Hallaf H.P., 2006]. 

Pola aliran sungai merupakan pola dari organisasi atau hubungan keruangan dari lembah-lembah, baik yang dialiri sungai maupun lembah yang kering atau tidak dialiri sungai. Pola aliran dipengaruhi oleh lereng, kekerasan batuan, struktur, sejarah diastrofisme, sejarah geologi dan geomerfologi dari daerah alairan sungai. Dengan demikian pola aliran sangat berguna dalam interpretasi kenampakan geomorfologis, batuan dan struktur geologi.

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!