logo blog
Selamat Datang Di Catatan Si iGun | Ilham Guntara Official Web
Terima kasih atas kunjungan Saudara di blog Catatan Si iGun
Semoga apa yang saya tulis dan saya bagikan di sini dapat bermanfaat dan memberikan motivasi bagi kita semua
untuk terus berkarya, berkreasi, berinovasi dan berbuat sesuatu yang dapat berguna bagi nusantara serta orang lain. Aamiin!

Hukum Mimpi Basah di Bulan Ramadhan Saat Siang Hari

Banyak di kalangan pria yang mimpi basah di bulan Ramdhan saat siang hari, termasuk saya beberapa jam lalu juga mengalami. Lalu apa hukumnya? Apakah membatalkan puasa atau menurunkan derajat pahala puasa kita?

Berikut hukumnya (bersumber dari eramuslim.com)

Seorang yang bermimpi pada saat ia berpuasa maka tidaklah membatalkan puasanya. Imam Nawawi mengatakan didalam “al Majmu’” bahwa jika seseorang (yang sedang berpuasa) bermimpi maka ia tidaklah membatalkan puasanya menurut ijma’ ulama karena ia termasuk orang yang tidak kuasa (menahannya) seperti seekor nyamuk yang terbang dan hinggap di mulutnya tanpa dikehendakinya, demikianlah sandaran dalil dalam permasalahan ini. Adapun hadits yang diriwayatkan dari Nabi saw,”Tidaklah berbuka orang yang muntah dan tidak pula orang yang bermimpi dan tidak pula orang yang berbekam.”ini adalah hadits lemah yang tidak bisa dipakai sebagai dalil.

Didalam ‘al Mughni” (4/363) disebutkan bahwa seandainya seorang bermimpi maka tidaklah merusak puasanya karena hal itu diluar kehendaknya sepertihalnya seorang yang kemasukan sesuatu di tenggorokan sedangkan ia dalam keadaan tidur.”

Syeikh Ibn Baaz didalam Majmu’ al Fatawa (15/276) ditanya tentang seseorang yang tidur di siang hari Ramadhan lalu dia bermimpi dan keluar mani darinya maka apakah ia harus mengqadha hari itu?
Beliau menjawab,”tidak ada qadha baginya karena mimpi itu diluar kehendaknya akan tetapi diharuskan baginya mandi (junub) jika dia mendapati mani.”

Syeikh Ibnu Utsaimin didalam Fatawa ash Shiyam hal. 284 mengatakan tentang orang yang berimimpi di siang hari Ramadhan?

Beliau menjawab,”Puasanya sah. Sesungguhnya bermimpi tidaklah membatalkan puasa karena ia diluar kehendaknya. Telah terangkat pena darinya pada saat ia tidur.”

Al Lajnah ad Daimah (10/274) menyebutkan,”Barangsiapa yang bermimpi sementara dia dalam keadaan berpuasa atau ihram haji atau umrah maka tidaklah berdosa, tidak pula kafarat dan tidaklah mempengaruhi puasa, haji dan umrahnya namun diwajibkan baginya mandi junub jika keluar mani.” (Fatawa al Islam Sual wa Jawab No. 38623)

Wallahu A’lam
Enter your email address to get update from Catatan Si iGun.
Print PDF
Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »

Website resmi Ilham Guntara, berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Catatan Si iGun" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!

Copyright © 2014. Catatan Si iGun | All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib | Modified by Ilham Guntara | Proudly powered by Blogger