Pemetaan dan Konsep Kerentanan dalam Manajemen Bencana

05:03:00
Kerentanan (Vulnerability) adalah keadaan atau kondisi yang dapat mengurangi kemampuan masyarakat untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi bahaya atau ancaman bencana. Kerentanan merupakan pengembangan dari konsep kebencanaan, yang sebelumnya menilai bahwa bencana itu merupakan peristiwa yang sulit untuk dihindari/ditanggulangi. 
Contoh Peta Kerentanan Fisik Bangunan FMIPA UGM Terhadap Gempa Bumi www.guntara.com
Contoh Peta Kerentanan Fisik Bangunan FMIPA UGM Terhadap Gempa Bumi
Kerentanan merupakan sifat/karakteristik yang melekat pada elemen risiko dan dapat digunakan untuk membedakan tingkat kesiapan elemen risiko dalam menghadapi bencana tertentu. Sebagai contoh, terdapat dua rumah yang sama-sama terletak di daerah rawan banjir, satu rumah memiliki 2 lantai sementara yang lainnya hanya 1 lantai. Saat bencana banjir melanda, rumah dengan 2 lantai relatif lebih aman daripada rumah 1 lantai, sehingga dapat dikatakan memiliki tingkat kerentanan yang lebih rendah.

Kata kerentanan memiliki arti sebagai derajat kehilangan/kerugian yang diderita oleh elemen risiko dari suatu peristiwa bencana, dan dapat diekspresikan dengan skala 0 (tidak ada kerusakan) hinga 1 (rusak total) (UNDR, 1991). Secara umum kerentanan dibagi ke dalam empat tipe 
  1. Kerentanan sosial, yaitu potensi kehilangan/kerugian pada kelompok sosial tertentu. Misalnya kelompok penduduk miskin, wanita hamil dan menyusui, anak-anak, dan lansia. 
  2. Kerentanan ekonomi, yaitu potensi kerugian pada aset-aset dan kegiatan perekonomian. Misalnya terganggunya aktifitas jual beli karena pasar yang rusak, lahan sawah yang tidak dapat ditanami karena mengalami perubahan sifat tanah, dan meningkatnya pengangguran pasca terjadinya bencana. 
  3. Kerentanan fisik, yaitu potensi kerusakan secara fisik baik pada lingkungan terbangun maupun pada populasi. Misalnya bangunan, jaringan komunikasi, dan jaringan jalan.
  4. Kerentanan lingkungan, yaitu potensi kerusakan yang ditimbulkan pada lingkungan alam.
Konsep kerentanan memiliki cakupan interpretasi yang cukup luas, yang awalnya bermula dari respon disiplin ilmu sosial terhadap ilmu risiko bencana di tahun 1970-an (Van Westen, 2009). Seiring perkembangan zaman, konsepsi kerentanan pun berevolusi, sehingga munculah konsepsi baru. Dari berbagai definisi kerentanan, van Westen dan Kingma (2009) kemudian menyusun sifat umum dari kerentanan itu sendiri, yaitu: 
  1. Multi-dimensional, artinya kerentanan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti fisik, sosial, lingkungan, institusi, dan manusia.
  2. Dinamis, artinya kerentanan dapat berubah seiring waktu. 
  3. Bergantung skala, artinya bahwa kerentanan dapat diekspresikan pada skala yang berbeda. 
  4. Spesifik, artinya setiap lokasi memiliki pendekatan yang berbeda-beda. 

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon