Pembuatan Zonasi Lahan Kritis - Guntara.com

Sunday, 11 January 2015

Pembuatan Zonasi Lahan Kritis

Lahan kritis dapat didefinisikan sebagai lahan yang telah mengalami kerusakan sehingga berkurang fungsinya sampai pada batas yang ditentukan atau diharapkan. Fungsi yang dimaksud pada defenisi tersebut adalah fungsi produksi dan fungsi tata airnya. Fungsi produksi berkaitan dengan fungsi tanah sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan dan fungsi tata air berkaitan dengan fungsi tanah sebagai tempat berjangkarnya akar dan menyimpan air tanah.
Contoh Peta Kekritisan Lahan Kawasan Lindung Luar Hutan Kabupaten Sleman www.guntara.com
Contoh Peta Kekritisan Lahan Kawasan Lindung Luar Hutan Kabupaten Sleman
Lahan kritis memiliki kondisi lingkungan yang sangat beragam tergantung pada penyebab kerusakan lahan. Secara umum dapat dikatakan bahwa kondisi lahan kritis menyebabkan tanaman tidak cukup mendapatkan air dan unsur hara, kondisi fisik tanah yang tidak memungkinkan akar berkembang dan proses infiltrasi air hujan, kandungan garam yang tinggi akibat akumulasi garam sekunder atau intrusi air laut yang menyebabkan plasmolisis, atau tanaman keracunan oleh unsur toksik yang tinggi. Lahan kritis ditandai oleh rusaknya struktur tanah, menurunnya kualitas dan kuantitas bahan organik, defisiensi hara dan terganggunya siklus hidrologi, perlu direhabilitasi dan ditingkatkan produktivitasnya agar lahan dapat kembali berfungsi sebagai suatu ekosistem yang baik atau menghasilkan sesuatu yang bersifat ekonomis bagi manusia.

Zonasi lahan kritis ini telah ditetapkan melalui peraturan direktur jenderal bina pengelolaan daerahaliran sungai dan perhutanan sosial nomor: p.4lv-set/2013 tentang petunjuk teknis penyusrman data spasial lahan kritis. Metode yang dilakukan adalah melakukan pembobotan (skoring) pada masing-masing parameter untuk kemudian ditumpang susun (overlay) secara spasial. Berdasarkan Permenhut Nomor P.32/Menhut-II/2009, parameter penentu lahan kritis sebagai berikut:
  1. Penutupan lahan
  2. Kemiringan lereng
  3. Tingkat bahaya erosi
  4. Manajemen
  5. Produktivitas

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!