Pengertian Golongan Fakir Miskin Menurut Islam - Guntara.com

Friday, 25 July 2014

Pengertian Golongan Fakir Miskin Menurut Islam

Sering kita semua galau untuk masalah penggolongan fakir miskin. Hal tersebut sangat penting untuk diketahui karena dua golongan tersebut merupakan golongan utama wajib menerima zakat baik zakat fitrah maupun zakat maal. Penjelasan mengenai pengertian golongan fakir miskin menurut Islam akan dijelaskan di bawah ini.
Ilustrasi Golongan Fakir Miskin (flickr.com)
Orang Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta untuk mencukupi kebutuhannya serta kebutuhan keluarganya seperti makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal. Meskipun dia memiliki harta yang telah mencapai nishabnya. Orang misikin itu bisa jadi lebih ringan tingkat kesulitannya daripada fakir, atau lebih. Hanya saja Rasul telah mendefinisikan miskin dalam sebagian hadits[1]. Beliau bersabda:

“Bukanlah orang miskin itu orang yang berkeliling (meminta) kepada manusia, yang diberi satu suap dan dua suap, satu kurma dan dua kurma, akan tetapi miskin itu adalah orang yang tidak mendapatkan kekayaan yang dapat mencukupinya dan tidak diketahui dengannya sehingga diberi sedekah, serta tidak berdiri lalu meminta-minta kepada manusia.”
(HR. Al-Bukhari: 2/538 dan Muslim:101, kitab Az-Zakah)

Mereka diberikan zakat untuk memenuhi hajat dan kebutuhan mereka. Perbedaan antara orang-orang fakir dan orang-orang miskin bahwa kondisi orang-orang fakir itu lebih membutuhkan. Orang-orang fakir tidak mendapatkan harta yang dapat mencukupi dirinya dan keluarganya untuk setengah tahun. Sedangkan orang-orang miskin lebih baik kondisinya daripada orang-orang fakir, karena mereka mendapatkan setengah bahkan lebih dari kebutuhannya. Namun, masih belum mencukupi kebutuhannya. Dengan demikian mereka diberikan zakat untuk kebutuhan mereka.

Definisi yang serupa pun diberikan oleh UU no.13 tahun 2011 (pasal 1 ayat 1) yang menyatakan bahwa Fakir miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan/atau mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar  yang layak bagi kehidupan dirinya dan/atau keluarganya.

Indikator-Indikator Golongan Fakir
Beberapa indikator yang bisa dijadikan parameter tingkat kefakiran / kemiskinan seseorang [2]
1. Sandang
2. Pangan
3. Papan
4. Kesehatan
5. Pendidikan
6. Pemasukan
7. Fisik/Mental

Dari beberapa indikator fakir tersebut dapat dikembangkan menjadi suatu format penilaian untuk menentukan tingkat kemiskinan seseorang. Untuk indikator pemasukan terdapat perbedaan versi pendapat. Menurut BPS, orang dikategorikan miskin bila pemasukannya per hari kurang dari 1,5 USD sedangkan menurut Bank Dunia orang dikategorikan miskin bila pemasukannya per hari kurang dari 2 USD.

Referensi
[1] Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri, Minhajul Muslim
[2] Dr. Abd. Salam Nawawi, Definisi Operasional Mustahiq Zakat, Dompet Dhuafa
[3] http://www.lagzis.or.id

Semoga artikel tersebut dapat memberi pengetahuan lebih ke kita yang akan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah sehingga dapat tepat sasaran serta diridhoi Allah sesuai tuntunan syariat Islam. Aamiin! #SemangatBeribadah

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!