Gerakan Mahasiswa Geografi, Sedekah Hijau!

22:45:00
Sore tadi (28/02) sebuah gerakan baru yang digagas oleh mahasiswa geografi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta resmi diluncurkan (launching). Gerakan tersebut mempunyai cita-cita untuk melestarikan lingkungan dan tepat tadi sore gerakan tersebut diperkenalkan ke publik di Fakultas Geografi UGM. Gerakan tersebut bernama Sedekah Hijau. Apa itu Sedekah Hijau? Mari kita simak penjelasan singkat di bawah ini.
https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/625446_4434694554369_1892648135_n.jpg
Gerakan Mahasiswa Geografi, Sedekah Hijau
Sejarah
 
Sedekah Hijau yang pada awalnya bernama Pajak Hijau, merupakan gerakan kontribusi lingkungan yang digagas oleh mahasiswa Fakultas Geografi UGM yakni Ari Nova Firnanda, Chaidir Arsyan Adlan, Kasyful Humam, dan Dini Rachmadhani. Gagasan Pajak Hijau bermula dari observasi dan pengalaman founder untuk memberdayakan potensi mahasiswa pengguna kendaraan bermotor agar dapat berkontribusi secara berkelanjutan terhadap lingkungan sekitar. Dalam kompetisi bernama Climate Smart Leaders 2012, gagasan ini pertama kalinya diperkenalkan dan mendapat tanggapan yang positif dari para penggiat lingkungan. Terbukti dengan terpilihnya Pajak Hijau sebagai salah satu finalis dalam acara tersebut.

Pajak Hijau kemudian memasuki tahapan implementasi, diawali dengan pembicaraan mengenai project plan dengan Bapak Baiquni selaku pembimbing dan presentasi terbuka pada salah satu kelas di Fakultas Geografi pada pertengahan Bulan Desember. Hingga kemudian Pajak Hijau berubah nama menjadi Sedekah Hijau untuk dapat memperkuat citranya sebagai gerakan lingkungan berbasis kerelawanan (volunteerism) pada tanggal 19 Desember 2012 di Fakultas Geografi UGM Yogyakarta, yang kemudian dijadikan tanggal berdirinya gerakan Sedekah Hijau.

Visi dan Misi

Visi :

    Menjadi komunitas yang mewadahi kaum muda untuk bertanggungjawab atas jejak karbon dan berkontribusi terhadap lingkungan secara berkelanjutan

Misi:

    Membangun kesadaran dan kepedulian terhadap setiap jejak karbon yang dihasilkan oleh individu
    Menciptakan gerakan akar rumput yang luas dalam bertanggungjawab terhadap jejak karbon bagi lingkungan, dan
    Mengatasi permasalahan lingkungan di sekitar

Sekilas Program

Sebuah program berkelanjutan yang berupaya melakukan pelestarian lingkungan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Pajak Hijau sebagai salah satu gagasan proyek berbasis lingkungan menawarkan program yang menarik peran serta mahasiswa secara langsung melalui mekanisme yang terukur. Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang menjadi sasaran utama proyek Pajak Hijau pasti menghasilkan emisi dengan besaran tertentu dari berbagai aktivitasnya, seperti penggunaan kendaraan bermotor, kertas dan plastik, serta hal-hal kecil lainnya yang berpeluang menghasilkan emisi. Nilai emisi yang dikeluarkan oleh setiap mahasiswa akan dikalkulasi dalam periode 1 (satu) bulan menjadi nilai emisi individu dan diubah menjadi nilai kontribusi hijau yang kemudian menjadi tanggung jawab individu menggunakan piranti lunak serupa Carbon Emission Converter yang dapat diunduh secara online baik gratis maupun berbayar.

Sebagai contoh seorang mahasiswa menggunakan kendaraan bermotor sejauh x km (terlihat pada unit pencatat kilometer kendaraan). Nilai x km tersebut kemudian dikonversi berdasarkan parameter emisi per kilometer perjalanan dari kendaraan bermotor tertentu menjadi nilai kontribusi hijau yang tak lain merupakan beban pajak hijau mahasiswa tersebut. Pembayaran pajak hijau dapat mahasiswa lakukan menggunakan sampah domestik tertentu (seperti kertas dan botol bekas) ataupun berupa uang tunai. Dana dari pembayaran pajak hijau itulah yang kemudian diatur untuk digunakan dalam upaya pelestarian lingkungan, yang mana berfokus pada penyediaan bibit tanaman keras sebagai penghijauan sekaligus mengurangi bahaya longsor. Nantinya setiap individu yang membayar pajak hijau akan memiliki setidaknya satu pohon atas namanya sebagai kontribusinya bagi lingkungan. Alokasi dana dari pembayaran pajak hijau selanjutnya akan dialokasikan untuk biaya perawatan tanaman dan pembelian bibit baru lainnya. Dengan begitu bukan tidak mungkin jika seorang mahasiswa dapat terus-menerus berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya

Informasi Lebih Lanjut

Akun twitter Sedekah Hijau
Website Sedekah Hijau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon