Ulasan Singkat Tentang Peta Zonasi Airtanah

16:46:00
Zonasi adalah pengelompokan dari suatu kawasan yang memiliki satu kesamaan atau keseragaman. Zonasi dalam ilmu bentang alam (land scape) adalah pembentukan zona atau wilayah yang memiliki keseragaman tertentu di suatu kawasan dengan pembatasan wilayah atau bentukan topografi. Teknik zonasi ini juga digunakan untuk menjaga kualitas air dan menjaga debit produktifitas air disuatu kawasan, dengan menentukan luas daerah wilayah dan mengkaji daya serap tanah dengan teknik peresapan air melalui penanaman tumbuhan yang tepat dan pembangunan sumur-sumur resapan.  Sebelumnya telah disinggung mengenai pengertian singkat airtanah.

Zonasi terkait erat dengan perilaku masyarakat sekitar daerah zonasi, apakah sebuah wilayah zona tertentu akan dijaga atau dialih-fungsikan. Untuk menentukan zonasi perlindungan sumberdaya air atau mata air perlu dilakukan analisis zonasi dimana akan ditentukan zona I, II, III dan seterusnya dengan pembatasan wilayah atau bentukan topografi. Wilayah-wilayah ini kemudian diberikan peraturan atau rekomendasi perlakuan bagi fungsi-fungsi yang dapat diberlakukan pada tanah baik pengelolaan maupun tutupan lahan dalam wilayah tersebut.
Contoh Peta Zonasi Potensi Airtanah
Zonasi dalam konsep perlindungan mataair bertujuan untuk menentukan batas-batas alami dari suatu kawasan daerah resapan (recharge area) dari mata air atau air tanah dimana semua aktivitas dan peruntukan lahan didalamnya akan memberikan pengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap sumberdaya mata air atau air tanah tersebut baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Menurut Herlambang (1996) airtanah adalah air yang bergerak di dalam tanah yang terdapat di dalam ruang antar butir-butir tanah yang meresap ke dalam tanah dan bergabung membentuk lapisan tanah yang disebut akuifer. Lapisan yang mudah dilalui oleh air tanah disebut lapisan permeable, seperti lapisan yang terdapat pada pasir atau kerikil, sedangkan lapisan yang sulit dilalui air tanah disebut lapisan impermeable, seperti lapisan lempung atau geluh.

Perkembangan teknologi penginderaan jauh dan kinerja spasialnya yang akurat dalam proses georeferensi membuat faktor-faktor yang berpengaruh terhadap zonasi air tanah dapat lebih mudah diidentifikasi dalam skala yang luas. Dalam beberapa tahun terakhir, menyusul peningkatan pengunaan SlG (Sistem Informasi Geografi), maka pemetaan zonasi air tanah potensial menjadi lebih mudah dan lebih cepat. SIG dengan mudah dapat membantu penggambaran zona air tanah potensial di suatu wilayah dengan overlay beberapa faktor berpengaruh terhadap prospek tanah, seperti kondisi tanah, kemiringan, penggunaan lahan, litologi, dan topografi.

Peta zonasi potensi kelas airtanah dapat dibuat menggunakan empat faktor airtanah potensial yang dapat disurvei di lapangan. Potensi airtanah diperkirakan dengan memetakan parameter dipengaruhi beberapa yang mudah diukur di lapangan. Beberapa parameter spesifik potensiair tanah yang berhubungan dengan kondisi geologi dan geomorfologi, yaitu sebagai berikut: (1) kedalaman muka airtanah, yang dikaitkan dengan kondisi topografi, (2) fluktuasi muka airtanah, yang erat berkaitan dengan topografi dan litologi, (3) daya hantar tistrik, sebagai salah satu parameter kualitas air, yang terkait dengan penggunaan lahan dan jenis litologi, dan (4) ketebalan akuifer, yang terkait erat dengan struktur geologi dan proses geomorfologi masa lampau.

Metode yang digunakan adalah dengan meng-overlay parameter-parameter potensi airtanah dengan metode indeks tertimbang (weighted index overlay method). Metode ini sangat sederhana dan memfasilitasi analisis dari kombinasi multi-kelas peta. Efektivitas metode ini tergantung pada penilaian seseorang yang dapat dimasukkan dalam analisis. Metode ini mempertimbangkan kepentingan relatif dan kelas parameter, sehingga tidak ada skala standar. Penentuan weightage dan skor fitur setiap kelas adalah aspek yang paling penting dari analisis terpadu karena output (keluaran) sangat tergantung pada bobot masing-masing kelas. Pendekatan faktor pembobot yang digunakan sebagai parameter penyusun Peta Zonasi Potensi Airtanah disajikan pada gambar di bawah.
Parameter Penyusun Potensi Airtanah

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon