Citra Landsat 5 Komposit 457 Kendal-Temanggung dan Bentuklahannya

17:05:00
Citra Landsat 5 Komposit 457 Daerah Kendal-Temanggung
Berikut adalah Citra Landsat 5 Komposit 457 Daerah Kendal-Temanggung yang saya peroleh dari hasil surfing di internet. Citra Landsat dengan komposit 457 sangat cocok apabila digunakan untuk analisis visual bentuklahan, bentanglahan, maupun satuan bentuklahan. Di bawah ini, saya mencoba menganalisis beberapa satuan bentuklahan yang diinterpretasi dari Citra Landsat tersebut.

1.    Delta
Berlokasi di daerah pesisir dan daerah berelief datar. Delta adalah sebuah outlet (hilir/muara) dari sungai. Pada citra tersebut delta terlihat berwarna merah gelap, ini menandakan bahwa pada daerah tersebut ditumbuhi vegetasi (tumbuhan) yang padat, dan kemungkinan vegetasi tersebut adalah pohon mangrove karena lokasinya di pesisir pantai. Vegetasi memang tampak merah pada citra satelit dengan komposit saluran 457. Teksturnya yang lembut menandakan bahwa tipe batuan pada delta tersebut adalah batuan aluvium, hasil sedimentasi dari daerah atas (hulu). Karena proses dari daerah ini dipengaruhi oleh sedimentasi yang dibawa oleh sungai, jadi termasuk ke dalam bentuklahan fluvial.
2.    Dataran Fluvio-Marin
Daerah ini adalah daerah berelief datar atau dataran. Di masa lalu, daerah ini adalah delta sungai, ini dibuktikan dengan pola daerah yang menyerupai kipas (fan). Disana adalah tempat akumulasi dari sedimen yang diangkut oleh sungai. Jadi, di masa lalu, proses geomorloginya adalah fluvial-marin. Namun, sekarang proses geomorfologinya adalah bentuklahan fluvial. Karena banyak terdapat hasil sedimentasi sungai di daerah ini dan tipe tanahnya adalah aluvium. Pada citra tampak teksturnya yang lembut. Penggunaan lahan di daerah ini berupa sawah dengan warna merah dan tekstur teratur, seperti persegi panjang. Vegetasi terlihat merah pada citra. Pola drainase/aliran daerah ini berkelok-kelok menunjukkan bahwa daerah ini berlokasi di bagian bawah dari sistem fluvial
3.    Dataran Aluvial
Daerah ini adalah daerah datar atau dataran yang berasosiasi dengan pola drainase/aliran yang berkelok-kelok. Pola aliran yang berkelok terlihat dari daerah ini yang memiliki tekstur tanah yang halus, yaitu tipe tanah aluvium. Berbeda dengan dataran fluvio-marin, daerah ini berwarna hijau. Hal itu menunjukkan bahwa daerah ini memiliki vegetasi yang kurang padat. Warna hijau menunjukkan warna tanah pada citra satelit komposit saluran 457. Kepadatan vegetasi yang rendah menunjukkan bahwa penggunaan lahan di daerah ini bukan untuk persawahan tetapi tidak ditanami. Ini adalah daerah yang penuh bukit-bukit di sekitarnya.

4.    Dataran Fluvio-Vulkanik
Daerah ini adalah daerah berelief miring. Pola drainase/aliran yang terjadi masih berkelok-kelok. Pola tersebut menunjukkan bahwa daerah ini memiliki tekstur batuan yang halus. Tipe batuan yang menyusunnya adalah batuan tuff, karena daerah ini masih dipengaruhi oleh proses vulkanik. Warna daerah ini hijau menunjukkan bahwa terdiri dari vegetasi yang kurang padat dan mungkin penggunaan lahannya berupa lahan kering. Di beberapa tempat terdapat obyek berwarna biru gelap. Obyek tersebut adalah air dan kemungkinan penggunaan lahannya berupa kolam.
5.    Dataran Kaki Vulkanik
Daerah ini mempunyai relief bergelombang. Pola drainase/alirannya adalah dendritik, menunjukkan bahwa daerah ini adalah bukit/gunung. Daerah ini bertekstur sedang artinya tipe batuan yang menyusunnya juga bertekstur sedang. Kemungkinan batuan tuff, karena daerah ini masih dipengaruhi proses vulkanik. Daerah ini berwarna jingga dan hijau. Warna jingga dan hijau menunjukkan daerah ini mempunyai penggunaan lahan yang bervariasi, misalnya hutan, lahan kering, ataupun lahan terbuka. Namun, beberapa tempat berwarna biru gelap menunjukkan obyek air dan kemungkinan penggunaan lahannya berupa kolam.
6.    Vulkanik Lereng Bawah
Daerah ini adalah daerah perbukitan dengan pola aliran dendritik.  Tekstur daerah ini kasar, menunjukkan tekstur batuannya juga kasar. Kemungkinan berupa batuan breksi, karena daerah ini dipengaruhi proses vulkanik. Daearh ini berwarna jingga, menunjukkan bahwa didominasi oleh vegetasi berkepadatan sedang. Pola lurus juga terdapat di daerah ini menunjukkan bahwa proses erosi cukup tinggi di daerah ini.
7.    Vulkanik Lereng Tengah
Daerah ini adalah daerah perbukitan yang curam dengan pola aliran paralel. Tipe pola aliran ini memiliki arah yang sejajar dengan kemiringan (konsekuen). Teksturnya yang kasar menunjukkan batuan yang kasar pula, yaitu batuan breksi, karena terpengaruh proses vulkanik. Daerah ini berwarna jingga dan hijau muda, menunjukkan berbagai variasi penggunaan lahan, misalnya huta atau kebun dengan variasi kepadatan vegetasi. Terdapat vegetasi dengan kepadatan tinggi dan menengah di daerah ini.

8.    Vulkanik Lereng Atas
Daerah ini berelief curam dengan pola aliran radial sentrifugal.  Pola aliran membentuk radial dari puncak kemudian menurun adalah radial sentrifugal. Tipe pola aliran ini memiliki arah yang sejajar dengan kemiringan (konsekuen). Teksturnya yang kasar menunjukkan batuan yang kasar pula, yaitu batuan andesit, karena daerah ini dekat dengan puncak gunungapi. Daerah ini berwarna hijau muda menunjukkan daerah ini memiliki kepadatan vegetasi yang rendah, kemungkinan penggunaan lahan berupa kebun.

9.    Perbukitan  Denudasional
Daerah ini berupa perbukitan dengan pola aliran teratur. Kepadatan pola alirannya tinggi, menunjukkan bahwa daerah ini mempunya tekstur batuan yang halus, yaitu breksi, karena masih terpengaruh proses vulkanik. Batuan dengan tekstur yang lembut dan material yang tidak resisten membuat daerah ini tererosi. Erosi terjadi pada skala rendah sampai skala tinggi. Hal itu dapat dilihat dari pola yang teratur dari puncaknya. Daerah ini berwarna jingga menandakan penggunaan lahannya berupa hutan dengan kepadatan vegetasi yang tinggi.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon