Wow Disintensifikasi KIK UGM Dihapuskan Mulai Hari Ini [HOT NEWS]

17:30:00
http://jogja.tribunnews.com/foto/bank/images2/antrean-KIK-UGM.jpg
Penghapusan Pungutan Disintensif KIK UGM (sumber gambar : Tribun Jogja)
Hari Senin, 26 November 2012 aktivitas kuliah dimulai kembali setelah libur dua hari (tetapi saya tidak libur). Hari Senin saya (Ilham Guntara 18 tahun) masuk kuliah pukul 7.00 dengan mata kuliah Sistem Operasi Komputer. Berhubung Pak Dosen biasanya masuk telat, maka saya berangkat dari rumah pukul 6.35 dan bergerak dengan santainya. Biasanya perjalanan dari rumah sampai ke UGM memakan waktu 30 menit termasuk macet. Wajar kalau pagi-pagi macet, biasanya lagi macet di perempatan Gondomanan dan perempatan Gramedia.

Sesampainya di kampus pukul 7.10. Langsung menuju ke portal masuk kampus, biasanya berhenti sejenak disana dan petugas satpam akan mencatat nomor polisi motor kita lalu memberikan kita "karcis parkir". Dan keganjilan pun mulai terjadi. "Karcis parkir" pada pagi itu berwarna kuning. Ini sangat berbeda dengan biasanya yang berwarna putih. Saya sedikit kaget, dalam benak saya, "Apakah ini suatu inovasi supaya mahasiswa UGM tidak bosan dengan warna yang putih-putih saja?". Berhubung terburu-buru, saya belum mencermati betul apa tulisan di "karcis parkir" itu, kali saja berbeda dari biasanya, atau mungkin tarif disintensif parkirnya naik menjadi dua kali lipat.

Pukul 13.30 karena Ibu Dosen berhalangan hadir, maka saya memutuskan untuk pulang. Ada beberapa teman saya yang belum pulang karena sorenya masih ada praktikum, dan itu "beja"-nya mereka. Saya berjalan menuju parkiran, parkiran di kampusku cukup mewah karena ada di basement walaupun bangunannya belum sepenuhnya jadi. Inilah nasib kampus Fakultas Geografi, mungkin termasuk kampus terkecil dari fakultas-fakultas di UGM. Namun ingat, saya bukan dari Fakultas Geografi, saya dari Fakultas Sekolah Vokasi, tetapi diadopsi oleh Fakultas Geografi. Jadi, bisa dibilang saya "Anak Tiri" Fakultas Geografi. Begitu candaan saya bersama teman-teman.

Saya siapkan uang Rp 1.000 sisa dari uang jajan makan siang tadi untuk membayar parkir. Lalu saya keluar kampus, menujulah ke portal keluar kluster Sains. Saya sangat hafal, kalau disana pasti akan dihadang oleh satpam dan ditilang Rp 1.000. Namun, hal yang terjadi sungguh berbeda dari biasanya. Saya berhenti lalu saya berikan "karcis parkir" bersama uang Rp 1.000-nya. Tiba-tiba Pak Satpam bilang, "Tunggu, berhenti dulu mas." Dalam benakku, "Ya Allah apakah ada sesuatu yang salah dariku". Maklum saya sering menerjang portal keluar tanpa membayar disintensifikasi. Pak Satpam itu dengan wajah polosnya mengembalikan kembali uang Rp 1.000 tersebut kepada saya, beliau bilang, "Rasah mbayar mas." Lalu aku bertanya, "Wes ora mbayar ki mas?" Beliau menjawab, "Iya, saiki wes ra mbayar." Dan aku berkata, "Alhamdulillah, nuwun mas!" kemudian saya bergerak pulang. Sungguh saya sangat bersyukur ketika hal itu akhirnya terjadi. Ketika disintensifikasi KIK UGM berakhir.

Sebelumnya, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memberikan gugatan untuk penghapusan disintesifikasi KIK UGM langsung kepada Rektor. Gugatan itu dengan maksud, kampus negeri kok parkir saja membayar, kampus kan fasilitas umum, semua kalangan masyarakat bebas masuk untuk tujuan pendidikan. Selain itu, gugatan juga mengenai dana hasil disintensifikasi tersebut yang disebut kurang transparan dan tidak jelas arah tujuannya.

Ketua ORI, Danang pun mendukung langkah UGM yang ingin menciptakan kampus educopolis berbasis green campus. Ia menyatakan pembatasan kendaraan masuk ke UGM, memang langkah positif tanpa menarik pungutan.

Beberapa waktu lalu, Rektor UGM, Pratikno menuturkan pihaknya akan segera merealisasikan rekomendasi dan masukan dari ORI. Ia pun berjanji UGM tidak akan memungut biaya dari tamu maupun mahasiswa yang tak memiliki KIK, tetapi mempertahankan kebijakan portal kendaran untuk keamanan dan kontrol kendaraan itu sendiri.

Pratikno menambahkan pihaknya belum menemukan instrumentasi pengganti disintensif KIK. Meski demikian dirinya berjanji akan melaksanakan rekomendasi ORI. Dan mulai hari ini Senin, 26 November 2012, UGM sudah menghapus kebijakan disintensif KIK tersebut. Terima kasih Pak Rektor!

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
arif
AUTHOR
29 November 2012 at 17:42 delete

alhamdulilah akhirnya bisa masuk gratis, karna biasanya klo sore jogging di GSP mbayar seribu :D

Reply
avatar
Igun
AUTHOR
30 November 2012 at 19:25 delete

hahaha boleh boleh, namanya juga sarana umum harusnya bebas biaya dong :D

Reply
avatar

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon