Yaya Toure, "Maaf! Saya tidak minum alkohol. Saya Muslim." Ketika Terpilih Menjadi Man of The Match EPL

20:07:00
http://resources3.news.com.au/images/2012/05/07/1226349/217859-yaya-toure.jpg
Selebrasi Yaya Toure Saat Memborong Dua Gol Kemenangan City atas Newcastle
Di tengah euforia liga terpanas dunia, English Premier League. Ternyata masih menyisakan keharuan dan cerita yang patut diteladani oleh kaum Muslim. Inilah kisah Yaya Toure, salah seorang pemain Muslim asal Manchester City. Agama Islam yang merupakan agama minoritas di masyarakat Inggris tak membuat Yaya lalai dalam mematuhi dan menaati ajaran Islam.

Ini terbukti ketika akhir pekan lalu (pekan pertama Mei 2012) Manchester City bertandang melawan Newcastle United, di Sport Direct Arena. Dua gol tanpa balas dari Manchester City semakin membuat tim asuhan Roberto Mancini ini mendekati gelar juara Liga Inggris keduanya setelah 38 tahun yang lalu. Pahlawan City pada laga itu tidak lain tidak bukan adalah Yaya Toure dengan golnya. Aksi Yaya sebagai playmaker sangat brilian pada laga itu, giringan bolanya menakjubkan, tembakannya keras nan akurat, sehingga mengobrak-abrik pertahanan Newcastle United.

Oleh karenanya, selepas pertandingan, Yaya menjadi buronan wartawan untuk diwawancarai. Setelah sesi wawancara singkat selesai, wartawan pun mengucapkan selamat pada eks pemain Barcelona itu sambil memberikan sebotol champagne (sampanye / bir) sebagai hadiah. Namun apa yang terjadi?

Yaya dengan tegas menolak hadiah tersebut dan memberikannya pada Lescott yang menemaninya saat wawancara. Dan sang gelandang dengan sopan menolaknya. "Maaf! Saya tidak minum alkohol karena saya Muslim," ujar Yaya Toure seraya tersenyum, dan menyerahkan botol sampanye itu ke rekannya, Lescott yang ada di sampingnya. "Bawa saja, bawa saja," katanya seraya berlalu.

Bukan kali pertama Toure menolak pesta kemenangan dengan menenggak minuman keras. Ia kerap menghindari tradisi itu, seraya berusaha tidak menyinggung rekan-rekannya. Yaya Toure dan Kolo Toure memang dikenal taat terhadap agamanya (Islam) di tengah kepadatan pekerjaannya. Di saat Bulan Ramadhan pun mereka bersikeras puasa di tengah jadwal latihan ketat yang menghimpit.

Juru bicara Manchester City mengatakan pemberian champagne adalah penghargaan yang didambakan setiap main. Namun, katanya, klub bisa memahami jika ada individu yang menolak dengan alasan agama.

Yang bisa dilakukan klub, masih menurut juru bicara Manchester City, adalah menjamin setiap individu di ruang ganti klub tidak merasa tersinggung jika ada rekan mereka yang menolak pesta dengan alasan agama. Liga Inggris adalah kompetisi yang menampung pemain dari 68 negara. Yaya Toure berasal dari Pantai Gading dan beragama Islam.


Saat masih di Barcelona, Yaya Toure adalah imam bagi dua rekannya; Eric Abidal dan Seydou Keita. Ketiganya selalu menyampatkan diri shalat berjamaah, dan Toure dianggap memiliki pengetahuan keagamaan yang lebih dibanding Abidal dan Keita.

Ketika Yaya Toure memutuskan pindah ke Manchester City, Abidal dan Keyta menjadi orang yang paling kehilangan. Dalam salah satu kesempatan wawancara dengan salah satu radio, Abidal sempat mengatakan.
"Kami kehilangan imam."

Subhanallah! Saudara semuslimin semoga ini bisa menjadi teladan bagi kita! Amin. Saudara kita yang berada di gemerlap Liga Inggris pun masih sempat taat terhadap Islam, apalagi kita?

Inilah video Yaya Toure menolak pemberian sampanye!



Pada artikel berikutnya, Insyaallah saya akan membahas bagaimana manajemen Newcastle United berniat membangun Mushola di stadion dan tempat latihannya guna menunjang peribadahan para pemain Muslimnya. Tahu sendiri, musim ini Newcastle United menggila berkat aksi trio Muslimnya yang taat beribadah (Papis Demba Cisse, Demba Ba, dan Hatem Ben Arfa).

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon