Jalanku Menikah #2: Meniti Awal Keinginan Suci - Guntara.com

Monday, 16 April 2018

Jalanku Menikah #2: Meniti Awal Keinginan Suci

Menikah merupakan pilihan hidup manusia. Namun pilihan ini wajib untuk kita pilih dan tidak boleh untuk dilewatkan karena itu merupakan pilihan suci dalam kehidupan. Baca sebelumnya di kisah "Jalanku Menikah #1: Aku Adalah Ilham Guntara". Setiap orang mempunyai cara masing-masing untuk menggunakan pilihannya. Entah digunakan kapan, di mana, bagaimana, apa, dan siapa, kita hanya bisa merencanakan, pada akhirnya Allah yang akan menentukan. Perlu ditekankan bahwa pilihan tersebut bisa direncanakan atas dasar sebuah keinginan suci dan itu harus kita munculkan.
Jalanku Menikah #2: Meniti Awal Keinginan Suci www.guntara.com
Jalanku Menikah #2: Meniti Awal Keinginan Suci
Keinginan suci untuk menikah tidak serta merta muncul dari dalam diri. Faktor-faktor internal dan eksternal sangat mempengaruhi keinginan tersebut. Beberapa gejolak hati dan peristiwa kehidupan biasanya dialami sehingga memunculkan keinginan dalam jiwa raga seseorang untuk menikah. Keinginanku untuk menikah juga tidak muncul begitu saja, semuanya ini butuh proses, dan tidak semudah mematikan laptop.

Saat awal perkuliahan pada tahun 2012, aku pernah menuliskan beberapa keinginan dan target yang harus dicapai dalam sebuah buku. Aku masih ingat kala itu menuliskan target menikah pada usia minimal 25 tahun. Selama masa perkuliahan 3 tahun di UGM hingga 2015, aku belum memikirkan jauh lebih dalam lagi tentang target menikah tersebut. Maklum kala itu cukup sibuk, jadwal perkuliahan begitu padat apalagi sebagian besar didominasi praktikum, kegiatan organisasi kampus, dan kegiatan organisasi di desa / kampung juga lumayan aktif.

Aku berusaha untuk fokus dan serius menjalani perkuliahanku tersebut karena merupakan salah satu amanah utama dari orang tua. Aku tidak ingin mengecewakan bapak dan ibuku yang telah membiayai dan memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk kuliah. Aku mengupayakan seoptimal mungkin untuk membuat beliau bangga dan bahagia dengan hasil belajarku. Alhamdulillah pada akhirnya aku bisa lulus dengan cukup baik dan tepat waktu.

Selama kuliah 3 tahun tersebut, memang beberapa temanku sering menyarankanku untuk menikah muda. Mungkin mereka beranggapan bahwa aku sudah cukup pantas untuk menikah dan membangun keluarga, tetapi aku belum begitu memikirkannya. Aku masih kuliah dan aku belum bekerja, bagaimana bisa aku menikah dan membangun keluarga, masih banyak yang harus dipersiapkan baik jasmani dan rohani, begitu pikirku saat itu. Namun aku tidak pernah mengela ucapan teman-teman itu, aku senantiasa meng-aamiin-kan prasangka baik mereka terhadapku, termasuk prasangka tentang pernikahan.

Sebuah prasangka adalah sebuah doa. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam berprasangka dan berkata pada diri sendiri maupun orang lain. Prasangka dan perkataan itu bisa terwujud apapun kondisinya itu baik atau buruk. Prasangka dan perkataan ibarat sebilah pedang tajam, yang bisa melukai diri sendiri atau bisa membawa kejayaan bagi pemiliknya. Berusahalah untuk senantiasa berprasangka dan berkata baik dan jika ada orang lain yang berprasangka dan berkata baik kepada kita, aamiin-kan saja, barangkali menjadi kenyataan.

Aku melanjutkan studi untuk merengkuh gelar S1 pada semester ganjil tahun 2015 seusai tamat dari diploma UGM. Sebenarnya di sisi lain, aku menghendaki untuk langsung bekerja pada tahun itu selepas lulus karena dengan bekerja aku bisa mengumpulkan modal untuk membangun rumah tangga kelak lebih awal. Namun dengan berbagai pertimbangan dan saran dari orang tua, aku memutuskan untuk melanjutkan studi di Kota Surakarta.

Masa studi S1 berlangsung kurang lebih 1 tahun karena tinggal melanjutkan (transfer) dari studi diploma sebelumnya. Selama setahun itu, aku mengalami permulaan gejolak hati dan peristiwa kehidupan yang membuat keinginanku untuk menikah menjadi lebih serius. Bagaimana kisahku selanjutnya? Bersabarlah menunggu cerita "Jalanku Menikah #3" hanya di www.guntara.com.

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!