Jalanku Menikah #1: Aku Adalah Ilham Guntara - Guntara.com

Monday, 9 April 2018

Jalanku Menikah #1: Aku Adalah Ilham Guntara

Perkenalkan namaku Ilham Guntara, sesosok pemuda berusia 23 tahun pada saat ini. Mungkin tidak banyak yang mengenalku karena aku bukan seorang artis, aktivis, tokoh terkenal, pemuda berprestasi, pegiat media sosial, dan sebagainya tapi entahlah besok bisa jadi aku akan menjadi sosok yang penting bagi negeri ini. Bagiku kehidupan ini adalah misteri, kita hanya bisa merencanakan, dan yang berhak menentukan adalah Allah. Ketentuan-ketentuan itu sering kali menjadi kejutan bagi kita.
Jalanku Menikah #1: Aku Adalah Ilham Guntara www.guntara.com
Jalanku Menikah #1: Aku Adalah Ilham Guntara 
Alhamdulillah aku dilahirkan dari keluarga yang sederhana di salah satu kampung / desa, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aku senantiasa bersyukur memiliki keluarga yang menurutku luar biasa. Jika kamu dilahirkan dari keluarga yang menurutmu tidak luar biasa, sebaiknya kamu berpikir kembali dan banyak-banyaklah bersyukur, karena di luar sana sungguh banyak orang yang mendambakan memiliki keluarga sepertimu.

Membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain itu tidak ada ujungnya, hanya akan membuat kita kurang bersyukur. Padahal Allah berjanji akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. Lalu jika kita tidak pandai bersyukur, Allah akan menarik nikmat kita, membuat kita merasa tidak cukup dan tidak puas dengan apapun yang kita peroleh, serta terbutakan oleh dunia yang hanya sementara. Oleh karena itu, sekecil apapun nikmat itu syukurilah. Toh Allah juga tidak mematok harga untuk setiap mili liter oksigen yang kita hirup bebas di dunia ini.

Saat ini aku bekerja di Kota Bogor, jauh memang dari tempat kelahiran. Kebetulan aku adalah seorang Sarjana Sains lulusan akhir tahun 2016 pada bidang Geografi khususnya terkait keilmuan Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografi. Mengenai profesi yang kujalani saat ini, jujur aku masih susah menjelaskannya. Secara umum bisa disebut sebagai seorang buruh harian lepas. Upahku dihitung secara harian dan hanya ada jatah 15 hari per bulan walau aku masuk bekerja normal tiap hari (Senin-Jumat) sehingga juga bisa disebut pekerja paruh waktu. Sebagai pihak pertama aku bekerja dan mengerjakan tugas-tugas untuk pihak kedua, tetapi aku melaporkan pekerjaan dan dibayar oleh pihak ketiga. Alhamdulillah harus selalu disyukuri, siapa tahu besok aku akan menjadi seorang Direktur Jenderal, Menteri, atau Direktur pada berbagai perusahan besar multinasional.

Aku juga bukan sosok yang agamis. Aku masih kotor dengan berbagai pencemaran dosa dalam diri tapi aku terus bertekad untuk membersihkannya. Aku bukan sosok pemuda yang lima waktu shalat berjamaah di masjid, senantiasa mengerjakan puasa sunnah, shalat tahajud, ikut kajian, bergabung organisasi dakwah, amalan sunnah lainnya dan bahkan hafalan surat Al-Quran serta hadits yang kuasai masih sedikit. Namun sebagai seorang muslim, aku senantiasa berupaya menjalankan kewajiban beragama dengan sebaik-baiknya. Alhamdulillah setidaknya berusaha menjalankan yang wajib dengan istiqamah, barangkali besok aku bisa menyempurnakan dengan sunnah-sunnah.

Aku mempunyai cita-cita untuk menikah di usiaku saat ini dengan kondisi dan keadaanku yang seperti ini, bisa dibilang belum punya apa-apa dan merantau jauh dari orang tua. Namun aku yakin, Insyaallah aku bisa mewujudkannya. Aku percaya pada janji Allah yang akan menolong serta mencukupkan rezeki bagi hamba-Nya yang menikah. Menikah akan membukakan pintu rezeki dan menikah akan menjadikan berbagai amal perbuatan bernilai ibadah. Ingin tahu kisahku lebih lanjut? Bacalah cerita "Jalanku Menikah #2: Meniti Awal Keinginan Suci" hanya di www.guntara.com.

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!