Ilham Guntara Lakukan Pengukuran Topografi Jalur SPAM di UNS Surakarta

11:36:00
Surakarta (13/09) - Ilham Guntara (21 tahun) kembali dipercaya melakukan pengukuran bersama salah satu rekannya untuk memetakan elevasi jalur SPAM di UNS. SPAM atau saluran pipa air minum merupakan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan air minum secara gratis yang didistribusikan dari pusat menuju titik-titik cabang yang sudah ditentukan. UNS (Universitas Sebelas Maret) Surakarta dalam hal ini sudah merancang jalur-jalur mana saja yang akan dilalui pipa saluran air kemudian ditentukan nilai elevasi untuk setiap jarak sekian meter dari jalur tersebut.
Ilham Lakukan Pengukuran Topografi Jalur SPAM di UNS Surakarta www.guntara.com
Ilham Lakukan Pengukuran Topografi Jalur SPAM di UNS Surakarta
Nilai evelasi setiap jarak sekian meter dari jalur SPAM digunakan untuk merancang konsep hidrologi yang akan diterapkan. Tentu konsep hidrologi tersebut akan dikerjakan berikutnya oleh yang ahli dalam bidangnya, dalam hal ini dari Teknik Sipil, karena juga akan merancang desain konstruksi bangunannya. Pemetaan topografi kembali menjadi langkah awal dan dasar untuk keberlangsungan pekerjaan ini.

Tidak begitu susah dalam memetakan elevasi jalur SPAM di UNS karena dibantu keberadaan BM (benchmark) yang tersebar di berbagai sudut. Akurasi pengukuran ini terjaga oleh koreksi terhadap BM tersebut, maka teknik pengukuran yang dipakai adalah poligon terbuka terikat sempurna. Kesulitan yang terjadi adalah topografi dari kampus UNS yang relatif bergelombang (tidak datar) dan cukup rimbun pepohonan sehingga menghalangi penglihatan untuk pengukuran. Jadi, alat ukur Total Station Nikkon harus dipindah berulang kali untuk membidik titik-titik yang sudah ditentukan.
Prisma Total Station yang Digunakan dalam Pengukuran Jalur SPAM UNS www.guntara.com
Prisma Total Station yang Digunakan dalam Pengukuran Jalur SPAM UNS
Data yang dihasilkan berupa data-data titik elevasi setiap jarak sekian meter dari jalur SPAM. Data-data hasil pengukuran dari alat ukur Total Station Nikkon ditransfer ke laptop kemudian disusun menjadi data SIG (sistem informasi geografis) dan diolah menggunakan software SIG, dalam hal ini ArcGIS. Langkah terakhir data tersebut dimasukkan ke dalam AutoCAD untuk dipadukan dengan desain rancangan sebelumnya. Seorang surveyor ilmu ukur tanah diharapkan tidak hanya bisa mengukur dengan alat ukur tetapi juga diharap bisa mengolah data hasil pengukurannya tersebut serta disajikan secara matang dengan berbagai sofware sehingga mudah dibaca dan diolah oleh pihak berikutnya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon