Catatan Singkat Kunjungan Instansi D3 PJSIG ke Bogor-Jakarta

06:29:00
Alhamdulillah kemarin tanggal 8-11 September saya bersama teman-teman sukses mengunjungi Bogor-Jakarta. Kunjungan tersebut dalam rangka program kerja dari himpunan mahasiswa jurusanku (STARGIS - Student Association of Remote Sensing & GIS, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada) yang bertajuk Leaflead (Leadership for the Leader) & Agency Visits 2013. Tujuan dari kunjungan kemarin tentunya yang masih berhubungan dengan dunia kerja program studi Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografi (PJSIG), yaitu di kantor pusat Badan Informasi Geospasial (BIG), Bogor dan kantor pusat deputi Pengindraan Jauh Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan), Jakarta.
Ilham Guntara di Kantor Pusat BIG, Bogor
Ilham Guntara di Kantor Pusat BIG, Bogor
Sedikit boleh cerita, kunjungan tersebut cukup menguras dompet saya sejumlah Rp475.000, alhamdulillah saya sangat bersyukur karena bisa memakai uang pribadi saya untuk membayar biaya kunjungan tersebut. Alhamdulillah pula, saya tidak perlu meminta uang dari orang tua dan merepotkan beliau-beliau demi melunasi biaya tersebut. Walaupun saya akui melunasinya sangat mepet hingga berulang-kali ditagih oleh sang bendahara. Kalau dipikir-pikir uang sejumlah itu cukup besar bagi saya dengan latar belakang saya sebagai anak desa dan anak seorang guru swasta yang sangat sederhana. Namun, saya tidak akan mempermasalahkan mengenai mahal atau besarnya biaya tersebut.

Ahad siang, 8 September 2013, kami bertolak dari kampus Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Perjalanan satu malam cukup untuk mengantar kami menuju Bogor. Setibanya di bogor, saya sempatkan mengabari saudara saya yang tinggal di Bogor, adalah Pakdhe sekeluarga yang tinggal di Bogor, Pakdhe adalah kakak tertua dari Ibu saya. Kemudian saya pun ditelpon Budhe (istri Pakdhe) bahwasanya beliau menyambut positif kunjungan saya ke Bogor ini dan saya pun memohon maaf bila dalam kunjungan ini tidak dapat singgah di rumah beliau disebabkan ini merupakan rangkaian acara dari kampus. 

Setibanya di Kantor Pusat BIG (Badan Informasi Geospasial), Cibinong, Bogor, sekitar pukul 7.30 pada hari Senin, 9 September 2013 dan kami langsung melaksanakan makan pagi. Beberapa menit berselang, Pakdhe menyempatkan menemui saya di BIG, kebetulan BIG dengan rumah Pakdhe satu kompleks, mungkin jaraknya sekitar 2 KM. Saya pun berbincang-bincang sejenak dengan Pakdhe sementara teman-teman yang lain sedang sarapan pagi. Pakdhe menyampaikan titipan amplop dari Budhe kepada saya. Alhamdulillah, titipan tersebut berupa uang (dirahasiakan nominalnya), anggap saja sebagai uang jajan dari Pakdhe-Budhe. Setelah menyampaikan titipan tersebut, Pakdhe pamit dan bergegas menuju kantornya.

Kunjungan di BIG disambut cukup baik. Kami menempati ruangan yang nyaman dan luas. Tidak disangka pula dari pihak BIG menyediakan konsumsi snack kepada kami yang saya rasa snack tersebut termasuk snack 'mahal'. Pemateri dari BIG menyampaikan banyak hal kepada kami. Jujur saya kurang memperhatikan karena pada kepanitian acara ini saya ditugaskan menjadi koordinator PDD (Publikasi, Desain, dan Dokumentasi). Saya melakukan dengan sebaik mungkin apa yang sudah menjadi tanggung jawab saya. Pemateri kedua berasal dari Bantul, sama seperti saya. Ternyata beliau adalah tetangga dari Budhe saya. Saya sempat menyampaikan kepada Budhe bahwa pada semester 6 kelak akan ada praktek magang di prodiku. Budhe saya menanggapi dengan baik hal tersebut, kebetulan beliau mempunyai banyak relasi di Kantor Pusat BIG termasuk tetangganya tersebut, bisa jadi saya bisa diusahakan agar bisa magang di sana kelak, hitung-hitung bisa jalan-jalan ke luar kota, tidak hanya berdiam diri di Yogyakarta.

Ilham Guntara di Monas, Jakarta
Ilham Guntara di Monas, Jakarta
Ilham Guntara di Kompleks Monumen Nasional Jakarta
Ilham Guntara di Kompleks Monumen Nasional Jakarta
Ilham Guntara dan Taufik Ali YSHA di Kota Tua Jakarta
Ilham Guntara dan Taufik Ali YSHA di Kota Tua Jakarta
Kunjungan di BIG berakhir, kami beranjak menuju tempat berikutnya. Tempat berikutnya adalah Monumen Nasional (Monas) dan Kota Tua di Jakarta. Kami tidak akan melakukan kunjungan/seminar di sana melainkan sekadar jalan-jalan melepas penat di tengah keramaian ibukota Indonesia ini. Sesampainya di Monas ternyata sudah tutup, kami hanya bisa berkeliling tanpa bisa masuk bangunan Monas. Jujur, saya baru pertama kali berkunjung di Monas, maklumlah anak desa jarang pergi ke mana-mana. Kemudian menuju Kota Tua, jujur juga saya baru pertama kali berkunjung di Kota Tua. Saya rasa Kota Tua biasa saja karena suasana di sana sangat mirip dengan suasana di Titik Nol Yogyakarta. Sehabis dari dua tempat tersebut, kami menuju penginapan untuk rehat sejenak dilanjutkan esok pagi kunjungan ke Lapan, Jakarta Timur.

Pagi hari, Selasa, 10 September 2013 kami bergegas menuju Lapan Deputi Pengindraan Jauh di Jakarta Timur. Kami cukup disambut dengan baik di sana. Konsep acara hampir sama seperti saat di BIG, yaitu seminar dilanjutkan keliling kantor. Pemateri di Lapan lebih banyak daripada yang di BIG kemarin dan materi yang disampaikan cukup mendalam. Kebanyakan materi yang disampaikan tentang Pengindraan Jauh, saya rasa hampir sama dengan materi kuliah sehari-hari.
Ilham Guntara di Kompleks TMII Jakarta
Ilham Guntara di Kompleks TMII Jakarta
Dari Lapan, kami menuju TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Kali ini adalah kunjungan saya yang kedua di TMII, kunjungan pertama saya di TMII terjadi pada lima tahun yang lalu ketika saya masih SMP. Suasana TMII seperti biasanya dan tidak terlalu mencolok perubahannya.

Ilham Guntara di Cibaduyut Bandung
Ilham Guntara di Cibaduyut Bandung
Tujuan terakhir sebelum kami pulang ke Yogyakarta adalah Bandung tepatnya Cibaduyut. Kami sampai di sana pada malam hari. Di sana merupakan tempat berbelanja oleh-oleh khas bandung, seperti tas, sepatu, jaket, kaos, dan lain-lain. Saya sempatnya membeli dua kaos oblong teruntuk adik-adik tercinta saya di rumah sedangkan teman-teman yang lain banyak yang memborong oleh-oleh. Bagi saya secukupnya saja (qanaah) itu lebih baik.

Selepas dari Bandung, kami pun beranjak pulang ke Yogyakarta. Tidak terasa 3 hari merupakan waktu yang cepat bagi kami. Kami tiba di Yogyakarta pada esok pagi hari Rabu, 11 September 2013. Alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan perjalanan tersebut. Banyak pengalaman dan manfaat yang bisa saya petik dan saya resapi. Saya rasa banyak hikmah yang bisa diambil selain dari kunjungan yang dilakukan pada instansi terkait juga dapat diambil dari hiruk pikuk ibukota Jakarta, Bogor, dan Badung terutama masalah sosial seperti agama, budaya, dan tradisi. Saya sangat berharap dengan kunjungan tersebut dapat membuat saya semakin baik dalam hal ini dapat memotivasi saya dan menambah semangat untuk jiwa ini. Setidaknya perjuangan ini perlu diawali dengan niat, dilaksanakan dengan ikhtiar dan istiqomah, diraih dengan tawakal, diterima dengan ikhlas, dan disyukuri dengan alhamdulillah.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih! EmoticonEmoticon