AUTOBIOGRAFI : Ilham Guntara - Guntara.com

Wednesday, 5 September 2012

AUTOBIOGRAFI : Ilham Guntara

    Berikut ini adalah contoh sebuah autobiografi dari saya pribadi. Silakan bisa menjadi referensi bagi Anda yang membutuhkan.

AUTOBIOGRAFI
Autobiografi Ilham Guntara
    Nama saya Ilham Guntara, saya lahir pada hari Kamis Kliwon, 4 Agustus 1994 di Bantul, Yogyakarta. Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara, laki-laki semua. Ayah saya bernama Suratna sedangkan ibu saya bernama Ratna Fajriyatiningrum. Sementara kedua adik saya bernama Adnan Widyaswara dan Ahmad Dani Lazuardi. Saat ini saya tinggal di Gabusan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Saya termasuk anak yang sedikit pemalu tetapi mempunyai rasa keingintahuan yang begitu tinggi. Hal itu sudah saya rasakan sejak kecil.

    Ketika umur saya kurang dari 4 tahun, saya disekolahkan di TK ABA Pulokadang. Sampai umur 6 tahun kurang sedikit barulah saya tamat dari TK lalu melanjutkan ke SD Negeri 2 Barongan. Pada masa SD itu, alhamdulillah saya termasuk anak yang lumayan pintar. Nilai-nilai harian dan rapor saya termasuk tinggi dan saya selalu mendapat peringkat pertama dari kelas 1 sampai kelas 6. Saya pun pernah juara CCA walaupun hanya tingkat kecamatan pada waktu itu. Maklumlah, saya hanya sekolah di SD pedesaan yang memiliki jumlah murid yang pas-pasan dan otomatis saingan yang sedikit pula.

    Seusai lulus SD, saya melanjutkan sekolah di SMP Negeri 1 Bantul. SMP ini merupakan SMP unggulan dan favorit se-Kabupaten Bantul bahkan cukup dikenal se-Provinsi Yogyakarta. Saya bisa masuk SMP ini karena NUN (Nilai Ujian Nasional) saya cukup tinggi dan memadai pada waktu itu, yaitu sekitar 24,50 dari tiga mata pelajaran. Berbeda saat di SD saya selalu meraih peringkat pertama, kali ini saya di SMP termasuk anak yang terlambat pintar sehingga naik kelas dengan nilai rata-rata. Bahkan, saya selalu meraih peringkat lima besar sekelas tetapi lima besar dari bawah. Maklum, SMP ini unggulan jadi banyak sekali saingan yang jauh lebih pintar. Terlebih saya saat itu masuk kelas Billingual yang isinya bagaikan dewa-dewa (anak-anak jenius) dan saya hanya rakyat jelata (anak belum jenius). Walaupun begitu saya pernah meraih juara pertama Cerdas Cermat Pramuka tingkat Kabupaten Bantul. Mukjizat Allah selalu ada ketika hamba-Nya mengalami kesusahan dan hamba-Nya terus berusaha untuk bangkit. Ketika kelas 9 awal, saya mengalami kecelakaan yang membuat kaki kanan dan tulang hidung saya patah, saya tidak dapat masuk sekolah selama satu bulan dan tidak bisa berjalan selama tiga bulan itu. Benar-benar membuat saya jatuh apalagi itu pas kelas 9, akan ada UN untuk menentukan kelulusan. Namun saya tetap optimis dan berusaha, alhamdulillah ketika kelulusan SMP, saya berhasil meraih peringkat ketiga jumlah NUN (nilai ujian nasional) tertinggi dari sekitar 380 siswa SMPN 1 Bantul dengan nilai total 37,55 dari empat mata pelajaran. Subhanallah, itu merupakan karunia dan keadilan Allah.

    Setamat dari SMP, saya melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Bantul. Lagi-lagi ini merupakan sekolah unggulan dan favorit se-Kabupaten Bantul dan se-Provinsi Yogyakarta. Terlebih sekolah ini menyandang gelar RSBI (rintisan sekolah bertaraf internasional), predikat yang begitu hebat menurut saya. Untuk masuk SMA ini pun perlu tes akademik, psikotes, dan wawancara sebelumnya. Prestasi saya di sekolah ini termasuk baik, ya lebih baik daripada ketika di SMP tetapi tidak sama ketika SD. Beberapa kali saya sempat masuk 10 besar kelas. Selain belajar akademik, di SMA ini saya juga mendapat jutaan pelajaran berharga ketika saya mengikuti berbagai organisasi. Saya menjelma menjadi anak aktivis organisasi yang hampir setiap harinya pulang sore atau malam. Rajin berangkat rapat tetapi sering bolos pelajaran. Organisasi seperti OSIS, ROHIS, dan Saba Exploit (IT Club) saya lahap bersamaan dan alhamdulillah tidak menggangga prestasi akademik saya. Saya beberapa kali ikut Olimpiade Sains Nasional (OSN) tetapi selalu belum beruntung di tingkat kabupaten. Saya juga ikut beberapa perlombaan tetapi lagi-lagi kali ini saya belum beruntung. Mungkin Allah masih menundanya dan akan memunculkannya ketika saya kuliah nanti. Amin.
   
    Seusai SMA, sebenarnya saya sangat ingin melanjutkan ke program studi Teknik Informatika di Perguruan Tinggi. Maklum, saya suka IT dan kemampuan saya sangat berkembang ketika di SMA. Dari desain, blogging, fotografi, dan pemograman saya suka dan nilai rapor mapel IT saya Alhamdulillah selalu menjadi yang tertinggi daripada nilai yang lain. Namun ternyata di bulan Mei 2012 saya dinyatakan diterima lewat jalur PBU (penelusuran bakat unggul) di program studi D3 Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (PJ-SIG), Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Orang tua, keluarga, dan Guru BK saya sangat mendukung saya masuk prodi itu dengan pertimbangan cepat kerja dan masa depannya cerah. Untuk itupun saya mantapkan hati untuk melanjutkan ke prodi (program studi) itu dengan tanpa perlu fokus ke SNMPTN 2012.

    Alhamdulillah, di sanalah sekarang saya berpijak dan melanjutkan ke jenjang kuliah untuk meraih masa depan yang gemilang dan berguna bagi nusantara. Amin ya Allah :-)

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar terbaik atau pertanyaan untuk artikel di atas dan tetap setia mengunjungi "Guntara Lane" dengan alamat www.guntara.com terimakasih!